Kontrak-Kontrak Asing yang Merugikan Bangsa Indonesia

  1. Latar Belakang

Pada zaman kepemimpinan Soeharto terjadi peningkatan gejolak kerjasama antara Negara Indonesia dengan negara-negara asing. Walaupun pada saat kepemimpinan Soekarno  hal itu sudah terjadi, tetapi pada masa ini bapak Soekarno memberi batasan-batasan atas kepemilikan saham perusahaan nasional dan kebetulan Presiden Amerika Serikat memberikan bantuan dana sehingga saat itu Indonesia merasa tidak terlalu memerlukan kontrak dengan Negara asing. Namun, setelah presiden John F. Kennedy lengser, penggantinya yaitu presiden Johnson merombak kebijakan dan menghentikan bantuan dana kepada Indonesia. Ini membuat keadaan ekonomi dan politik di Indonesia di ujung tanduk karena Indonesia merupakan Negara merdeka di kala itu sehingga masih belum begitu memahami strategi-strategi yang diperlukan untuk mengatur Negara. Dan di saat itu juga pihak asing secara diam-diam memasukkan paham komunis ke Indonesia sehingga muncul G30SPKI yang semakin membuat bangsa ini terpuruk. Pihak asing memanfaatkan situasi tersebut untuk menggoyahkan pondasi bangsa ini demi mendapatkan keuntungan karena mereka telah mengetahui potensi sumber daya alam yang begitu melimpah di tanah air ini dan bekerjasama dengan Jenderal Soeharto yang berambisi melengserkan Ir.Soekarno.

Mereka pun berhasil melengserkan Soekarno. Dalam masa pemerintahan Soeharto, mulai banyak bermunculan investasi-investasi pihak asing yang masuk dengan maksud mengeruk kekayaan alam Indonesia. Karena hal ini lah, disusun undang-undang penanaman modal asing yaitu UU No.1/1967 yang disahkan oleh bapak Soeharto. Yang mana isinya lebih menguntungkan pihak asing karena dalam penyusunan undang-undang ini pun juga dipengaruhi pihak asing. Dari sini lah awal mulanya mengapa sampai sekarang setiap kontrak dengan perusahaaan asing porsi keuntungan Indonesia lebih kecil. Terutama di sektor pertambangan dan perminyakan, ini dibuktikan dengan adanya kontrak perjanjian dengan asing yang pertama adalah Freeport yang disahkan sendiri oleh bapak Soeharto yang mana berdiri dalam sector pertambangan.

 

  1. Perumusan Masalah
    1. Kontrak asing apa sajakah yang merugikan bangsa Indonesia?
    2. Apa penyebab keharusan adanya renegosiasi terhadap kontrak asing?
    3. Apa solusi yang tepat untuk menyelesaikan kasus kontrak asing yang merugikan?

 

Pembahasan

Pada masa kepemimpinan Soeharto, banyak kontrak-kontrak asing bermunculan di Indonesia. Contohnya Freeport, Caltex, Texaco, dan McMoran. Perusahaan-perusahaan ini berkembang dalam sektor pertambangan dan perminyakan yang mana sangat merugikan bangsa Indonesia karena keuntungan yang diperoleh sangatlah kecil dibandingkan dengan pihak asing.

Hal ini perlu dilakukan renegosiasi mengingat kerugian-kerugian yang diperoleh Indonesia diakibatkan adanya Undang-Undang yang disahkan pada tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA). Sejak saat itu, kendali ekonomi Indonesia telah berada di tangan bangsa asing. Akibatnya, Negara-negara kaya pemberi hutang kepada Indonesia pun memberi beberapa persyaratan. Di antaranya, uang hasil utang harus dipakai untuk membeli barang dan jasa dari asal Negara pemberi hutang. Alhasil, sekitar 80% uang tunai hasil hutangan itu kembali ke Negara-negara pemberi pinjaman, sementara hutang pemerintah kita tak lunas-lunas.

Dengan hal yang sedemikian mirisnya kita sebagai penerus bangsa harus memikirkan langkah-langkah apa saja yang sepatutnya dilakukan untuk mengurangi kerugian-kerugian di masa mendatang, dan salah satunya ialah dengan merancang ulang Undang-Undang tentang penanaman modal asing, merenegosiasi kontrak-kontrak asing, dan harus waspada dan lebih teliti jika ingin melukan kerjasama dengan pihak asing jangan sampai jatuh ke lubang yang sama. Karena jika sampai terulang, nampak betapa bodohnya kita!

 

Contoh Kasus

Dari beberapa kasus yang menimbulkan kerugian bagi bangsa Indonesia, Freeport adalah kasus yang paling mendominasi yang mana menunjukkan betapa ruginya kita atas kehilangan sumber daya alam yang begitu berharga. Tak tanggung-tanggung berton-ton emas dikuasai oleh pihak asing. Bahkan terjadi pembodohan masyarakat. Contohnya wilayah yang sebagai sumber daya alam tersebut dinamakan Tembaga Pura padahal sumber daya alam tersebut tidak menghasilkan tembaga, melainkan emas. Selain kerugian tersebut, Freeport juga telah melakukan berbagai kejahatan. Kejahatan pertama adalah pembunuhan terhadap lingkungan secara sistematik, terus-menerus dan sengaja. Contohnya limbah Freeport mampu menutupi kota Jakarta, Depok, dan Bekasi setinggi lima meter lumpur beracun. Kejahatan kedua adalah pelanggaran pembayaran pajak. Contohnya alat-alat berat masuk begitu saja lewat jalur khusus tanpa membayar pajak. Kejahatan ketiga adalah kejahatan kemanusiaan yaitu pelenyapan hak hidup, hak ekonomi, sosial, dan budaya.

Sementara itu, utang terus membengkak. pemerintah mengumumkan, per 31 Mei 2011, memiliki utang US$201,07 miliar atau Rp1.716 triliun dengan kurs Rp8.537 per dolar AS. Utang ini melonjak dibandingkan posisi akhir 2010, yang tercatat Rp1.676 triliun.

 

Kesimpulan

Kontrak-kontrak asing yang telah disetujui Indonesia dahulu perlu ditinjau ulang. Hal ini disebabkan kerugian yang dialami Indonesia akibat kontrak-kontrak asing tersebut sangat besar. Sejumlah kerugian itu antara lain persentase bagi hasil, kemudahan fasilitas yang diterima pihak asing, dan dampak kerusakan lingkungan. Untuk kontrak kerja sama migas, rata-rata bagi hasilnya 20 sampai 80 persen, juga pada kerja sama pertambangan lainnya. Untuk itu, perlu dilakukan perancangan ulang Undang-Undang tentang penanaman modal asing agar tidak terjadi lagi pembodohan rakyat Indonesia.

 

DAFTAR PUSTAKA

Rais, Mohammad Amien. 2008. Selamatkan Indonesia, Yogyakarta: PPSK Press.

http://ekonomi.inilah.com/read/detai…ing-bayangi-ri

Alam, Tunggul Ametung. 2009. Di Bawah Cengkeraman Asing. Jakarta: UFUK Press.

http://www.rimanews.com/read/2011061…a-makin-hancur

http://www.investor.co.id/opini/mengakhiri-kutukan-sda/14176

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s