Chapter 5 : Gambaran Umum Proses Audit

  1. PENGETAHUAN TENTANG BISNIS DAN INDUSTRI

Pemahaman bisnis dan idustri klien sangatlah penting bagi para auditor untuk menelusuri dan mengelompokkan industri-industri tersebut sebagai bahan perencanaan audit. Auditor perlu memahami peristiwa-peristiwa, transaksi-transaksi, dan praktik-praktik yang dapat berpengaruh secara signifikan pada laporan keuangan. Pengelompokan ini mendorong mereka untuk saling berbagi pengetahuan tentang penggerak ekonomi yang mendasari profitabilitas industri dan untuk mengembangkan keahlian yang mendalam tentang praktik terbaik dalam suatu industri. Oleh karena itu, banyak CPA yang mengambil spesialisasi untuk memahami bidang akuntansi keuangan, perpajakan, serta konsultasi masalah-masalah bagi beberapa industri dan tidak mengkhususkan diri pada bidang audit atau perpajakan saja.

I.   MENGEMBANGKAN HARAPAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Mengembangkan harapan atas laporan keuangan melibatkan penggunaan pengetahuan tentang kinerja bisnis untuk mengembangkan harapan atas jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Pertama, kesadaran terhadap kecenderungan dan faktor-faktor persaingan membantu auditor dalam mengembangkan harapan atas laporan keuangan dan untuk mengevaluasi risiko salah saji yang material dalam laporan keuangan. Selanjutnya, perlu diamati bahwa dari daftar 10 pekerja swasta terbaik pada kebanyakan negara bagian dewasa ini, hanya sedikit saja perusahaan yang memiliki 10 pekerja swasta terbaik dari satu dekade sebelumnya.

II.   PENGARUH INDUSTRI TERHADAP SISTEM INFORMASI

Pemahaman atas bisnis dan industri akan membantu seorang auditor memahami masalah-masalah sistem informasi yang penting bagi seorang klien. Auditor harus senantiasa melakukan pendekatan audit dengan pemahaman praktik terbaik dalam industri terkait. Selanjutnya, auditor harus memahami implikasi pekerjaan audit apabila sistem informasi dan pengendalian intern perusahaan berbeda dari praktik industri pada umumnya.

III.   MENGEVALUASI KELAYAKAN ESTIMASI AKUNTAN

Pengetahuan tentang bisnis dan industri akan membantu auditor dalam mengevaluasi kelayakan estimasi akuntansi serta representasi manajemen. Pemahaman audior tentang praktik bisnis dan tekanan persaingan dalam suatu industri akan menjadi dasar untuk menilai kelayakan penyajian klien dan membuat pertimbangan profesional yang bermutu tinggi atas laporan keuangan.

IV.   GAAP UNTUK INDUSTRI SPESIFIK

Terdapat banyak aspek kunci dalam GAAP yang digunakan secara khusus untuk industri tertentu. Banyak industri yang memiliki pedoman akuntansi dan audit yang spesifik, serta terdapat praktik akuntansi yang lazim lainnya bagi industri tertentu.

V.   DASAR UNTUK JASA BERNILAI TAMBAH LAINNYA

Pengetahuan tentang sumber daya dan proses inti dalam industri membantu dalam menilai kelayakan laporan keuangan dan membuat CPA mampu memberikan bantuan yang bernilai bagi manajemen dan dewan direksi, misalnya dalam menentukan apakah :

  • Manajemen telah mengevaluasi risiko bisnis secara benar.
  • Manajemen senantiasa memantau ukuran kinerja secara benara.
  • Sistem informasi klien telah cukup mendukung manajemen.
  1. ASERSI MANAJEMEN

Laporan keuangan terdiri dari asersi manajemen yang eksplisit dan implisit. Asersi ini merupakan hal yang penting karena menjadi pedoman auditor dalam pengumpulan bukti. Auditing Standards Board (ASB) dalam SAS 31, Evidential Matter (AU 326.03), telah mengakui 5 kategori asersi laporan keuangan sebagai berikut :

  • Keberadaan atau keterjadian (existence or occurrence)

Berkaitan dengan apakah aktiva atau kewajiban entitas memang benar-benar ada pada tanggal tertentu dan apakah transaksi yang dicatat benar-benar telah terjadi delama periode tersebut.

  • Kelengkapan (completeness)

Berkaitan dengan apakah semua transaksi dan akun yang harus disajikan dalam laporan keuangan benar-benar telah dicantumkan.

  • Hak dan kewajiban (rights ang obligations)

Berkaitan dengan apakah aktiva telah menjadi hak entitas dan hutang memang telah menjadi kewajiban entitas pada suatu tanggal tertentu.

  • Penilaian atau alokasi (valuation or allocation)

Berkaitan dengan apakah komponen aktiva, kewajiban, pendapatan, dan beban telah dicantumkan di dalam laporan keuangan dengan jumlah yang semestinya (telah ditentukan sesuai GAAP dan dicatat serta dihitung secara cermat.

  • Penyajian dan pengungkapan (presentation and disclosure)

Berkaitan dengan apakah komponen tertentu laporan keuangan telah digolongkan, diuraikan, dan diungkapkan sebagaimana mestinya.

  1. MATERIALITAS

Pernyataan konsep FASB No.2 mendefinisikan materialitas sebagai “besarnya pengabaian atau salah saji informasi akuntansi yang dalam kaitannya dengan kondisi di sekitarnya, akan memungkinkan pertimbangan pihak yang berkepentingan yang mengandalkan informasi tersebut akan berubah atau terpengaruh oleh pengabaian atau salah saji tersebut”.

  1. RISIKO AUDIT

Risiko audit adalah risiko auditor tanpa sadar tidak melakukan modifikasi pendapat sebagaimana mestinya atas laporan keuangan yang mengandung salah saji material. Dalam praktik, seorang auditor tidak hanya harus mempertimbangkan risiko audit untuk setiap saldo akun dan golongan transaksi saja, tetapi juga setiap asersi yang relevan dengan saldo akun dan golongan transaksi yang material. Para auditor menguraikan risiko audit sebagai suatu fungsi dari 3 komponen :

  • Risiko Bawaan

Kerentanan suatu asersi terhadap kemungkinan salah saji yang material, dengan asumsi tidak terdapat pengendalian internal yang terkait.

  • Risiko Pengendalian

Risiko terjadinya salah saji yang material dalam suatu asersi yang tidak akan dapat dicegah atau dideteksi secara tepat waktu oleh struktur pengendalian intern entitas.

  • Risiko Deteksi

Risiko yang timbul karena auditor tidak dapt mendeteksi salah saji material yang terdapat dalam suatu asersi.

  • HUBUNGAN ANTARA RISIKO AUDIT DAN BUKTI

Audit dirancang untuk memberikan keyakinan yang memadai, bukan keyakinan yang absolut bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji yang material. Audit juga tidak menjamin bahwa laporan keuangan telah bebas dari salah saji yang material.

  • MODEL RISIKO AUDIT

Model risiko audit dapat dinyatakan secara kuantitatif sebgai berikut :

AR = IR x CR x DR

Di mana :

AR = Risiko audit

IR   = Risiko bawaan

CR  = Risiko pengendalian

DR = Risiko deteksi

  1. BUKTI AUDIT
  • KECUKUPAN BUKTI AUDIT
    • Materialitas dan Risiko

Diperlukan bukti yang lebih banyak untuk akun yang material dibandingkan dengan akun yang tidak material.

  • Faktor-faktor Ekonomi

Seorang auditor bekerja dalam batasan ekonomi yang menentukan bahwa kecukupan bukti harus diperoleh dalam batasan waktu dan biaya yang memadai. Dengan demikian, seorang auditor seringkali menghadapi keputusan apakah penambahan waktu dan biaya akan memberikan manfaat ayng sepadan berupa perolehan bukti audit yang lebih meyakinkan.

  • Ukuran dan Karakteristik Populasi

Semakin besar populasi maka akan semakin besar pula jumlah bukti yang diperlukan untuk memperoleh dasar yang memadai guna menarik kesimpulan tentang hal itu. Hubungan yang pasti antara ukuran populasi, karakteristik populasi dan ukuran sampel bergantung pada tujuan dan sifat rencana penarikan sampel yang sedang digunakan.

  • KOMPETENSI BUKTI AUDIT

Kompetensi informasi penguat bergantung pada banyak faktor. Pertimbangan yang telah diterapkan secara luas dalam auditing adalah :

  • Relevansi

Relevansi berarti bahan bukti harus berkaitan dengan tujuan audit yang telah ditetapkan auditor. Auditor harus mewaspadai hubungan antara bukti audit dengan tujuan audit, termasuk bagaimana bukti audit tersebut menguraikan substansi ekonomi yang mendasari asersi.

  • Sumber

SAS 31 (AU 326.19) tentang Evidential Matter, mengakui anggapan tentang pengaruh sumber informasi terhadap kompetensi atau keandalan bahan bujti sebagai berikut :

ü  Apabila bukti dapat diperoleh dari sumber independen di luar entitas, maka bukti itu akan memberikan keyakinan yang lebih besar atas reliabilitas atau keandalan dibandingkan dengan informasi yang hanya diperoleh dalam entitas itu sendiri.

ü  Semakin efektif struktur pengendalian internakan semakin memberikan keyakinan tentang reliabilitas data akuntansi dan laporan keuangan.

ü  Pengetahuan yang diperoleh secara langsung oleh seorang auditor, melalui pemeriksaan fisik, pengamatan, perhitungan, dan inspeksi, akan semakin meyakinkan dibandingkan informasi yang diperoleh secara tidak langsung.

  • Ketetapan Waktu

Ketetapan waktu berkaitan dengan tanggal berlakunya bukti audit, seperti transaksi kas, penjualan, serta transaksi pembelian pada tanggal laporan keuangan.

  • Objektivitas

Bukti audit yang bersifat objektif pada umumnya dianggap lebih dapat diandalkan dibandingkan dengan bukti audit yang bersifat subjektif. Dalam menghadapi bukti audit yang bersifat subjektif ini, auditor harus :

ü Memahami substansi ekonomi dari proses yang menjadi subjek estimasi

ü Mempertimbangakan ketepatan estimasi akuntansi yang dilakukan di masa lalu

ü Mengevaluasi kelayakan estimasi transaksi yang terjadi setelah tanggal akhir tahun buku.

  • PENGKLASIFIKASIAN PROSEDUR AUDIT
    • Prosedur untuk Memperoleh Pemahaman

Dalam melaksanakan audit, seorang auditor biasanya melaksanakan prosedur untuk memperoleh pemahaman tentang bisnis dan industri klien berikut faktor-faktor yang dapat mempengaruhi risiko bawaan pada asersi laporan keuangan.

  • Pengujian Pengendalian

Pengujian pengendalian dilakukan untuk memperoleh bukti audit tentang efektivitas rancangan dan operasi kebijakan dan prosedurstruktur pengendalian intern.

  • Pengujian Substantif

Terdiri dari :

ü  Prosedur analitis

Meliputi penggunaan perbandingan untuk menilai kewajaran, misalnya membandingkan saldo suatu akun dengan data nonkeuangan yang terkait dengan saldo akun tersebut, seperti penjualan lantai toko pengecer per kaki persegi.

ü  Pengujian terinci atas transaksi

Meliputi pemeriksaan dokumen pendukung dari setiap satuan transaksi yang dibukukan pada sebuah akun tertentu, misalnya melakukan pemeriksaan dokumen pendukung untuk sisi debet akun piutang usaha terhadap ayat jurnal pada jurnal penjualan serta faktur pendukung penjualan.

ü  Pengujian terinci atas saldo

Meliputi pemeriksaan dokumen pendukung untuk saldo akhir secara langsung, misalnya melakukan konfirmasi langsung kepada salah seorang pelanggan tentang saldo piutang usaha.

  • MENGEVALUASI BUKTI AUDIT YANG DIPEROLEH

Secara bersamaan, ketiga kategori prosedur audit tersebut harus memungkinkan auditor memperoleh bukti audit yang diperlukan untuk memenuhi stndar ketiga pekerjaan lapangan. Untuk memastikan hal ini adalah kasus, verifikasilah evaluasi bukti yang ada disepanjang proses audit pada setiap asersi laporan keuangan, dan pada akhir audit ketika auditor dapat memutuskan jenis pendapat yang harus dinyatakan dalam laporan audit.

  1. PERTIMBANGAN JASA BERNILAI TAMBAH

Para CPA yang melaksanakan audit telah memperoleh penghargaan publik, bukan saja karena kemampuan mereka untuk mengaudit laporan keuangan, namun juga karena ketajaman bisnis mereka ynag menyeluruh. Agar dapat melaksanakan audit laporan laporan keuangan secara efektif, seorang CPA harus mampu :

  • Menerapkan peraturan etika pada profesi.
  • Memahami sasaran dan tujuan entitas dan menemukan tingkat pencapaian sasaran dan tujuan.
  • Memahami alur transaksi dan sistem informasi klien, serta mengantisipasi bagaimana keseluruhan transaksi akan mempengaruhi entitas.
  • Memahami struktur pengendalian intern perusahaan dan mengevaluasi bagaimana tingkat manfaat yang dapat diberikan pada perusahaan.
  • Menilai risiko, memverifikasi asersi manajemen, dan mendokumentasikan kesimpulan audit.
  • Mengevaluasi arus kas, profitabilitas, likuiditas, solvensi, siklus operasi, serta kinerja klien dalam lingkungan industri secara relatif terhadap para pesaingnya.
  • TOLAK UKUR KINERJA PERUSAHAAN DAN PENGUKURAN KINERJA

Auditor seringkali membandingkan tolak ukur kinerja perusahaan secara relatif dengan perusahaan lain dalam industri yang sama. Biasanya auditor memiliki akses ke statistik dan informasi industri tentang kinerja perusahaan terbaik dalam suatu industri.

  • PERENCANAAN BISNIS

CPA seringkali membantu dengan cara melakukan review rencana bisnis dan memberikan saran tentang bagaimana rencana bisnis dapat ditingkatkan.

  • PENGUKURAN RISIKO

Pengukuran risiko merupakan jasa bernilai tambah yang penting di mana auditor sering memliki pengetahuan khusus tentang industri. Identifikasi risiko adalah sebuah langkah penting dalam mengelola risiko.

  • PENILAIAN BISNIS

Bisnis seringkali dinilai dengan menggunakan kombinasi dari 3 metode, yaitu metode :

  • Nilai pasar dari aktiva bersih
  • Arus kas yang didiskontokan
  • Harga laba berganda
  • RANCANGAN DAN KEANDALAN SISTEM INFORMASI

Para auditor sangat mahir dalam mengevaluasi sistem pengendalian intern dan sistem informasi perusahaan. Melalui evaluasi tersebut, auditor dapat memberika saran untuk meningkatkan keandalan sistem informasi yang digunakan untuk membuat keputusan bisnis.

  1. MENGKOMUNIKASIKANTEMUAN-TEMUAN
  • LAPORAN AUDITOR ATAS LAPORAN KEUANGAN

Komunikasi temuan-temuan audit yang utama dimjuat dalam laporan auditor atas laporan keuangan. GAAS menyatakan bahwa auditor akan menerbitkan laporan yang memuat pernyataan pendapat tentang laporan keuangan secara menyeluruh, atau menyatakan bahwa tidak dapat meberikan pendapat atas laporan keuangan.

  • KOMUNIKASI LAIN YANG DIPERLUKAN

Di samping menerbitkan laporan atas laporan keuangan, standar profesional mengharuskan auditor membahas masalah-masalah tertentu dengan komite audit, atau dengan orang-orang dari tingkat wewenang dan tanggung jawab yang setara dengan komite audit (dewan direksi, dewan perwalian, atau seorang pemilik pada perusahaan perorangan). Masalah-masalah tersebut adalah :

  • Pengendalian intern
  • Kebijakan akuntansi yang signifikan
  • Pertimbangan manajemendan estimasi akuntansi
  • Penyesuaian audit yang signifikan
  • Informasi lain yang dimuat dalam laporan keuangan yang telah diaudit
  • Perbedaan pendapat dengan manajemen
  • Konsultasi dengan akuntan lain
  • Kesulitan yang dihadapi dalam pelaksanaan audit
  • KOMUNIKASI TEMUAN-TEMUAN LAIN

Apabila sebuah periktan telah diselesaikan, biasanya akan diikuti dengan penyusunan laporan tertulis kepada klien. Laporan-laporan ini dapat bervariasi secara signifikan bergantung pada sifat perikatan, namun biasanya memuat sebuah uraian tentang :

  • Lingkup pekerjaan yang dilaksanakan
  • Temuan-temuan
  • Kesimpulan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s