Prinsip-Prinsip Dasar Etika Profesi

Pendahuluan

100.1 Salah satu hal yang membedakan profesi akuntan publik dengan profesi lainnya adalah tanggung jawab profesi akuntan publik dalam melindungi kepentingan publik. Oleh karena itu, tanggung jawab profesi akuntan publik tidak hanya terbatas pada kepentingan klien atau pemberi kerja.

100.2 Kode Etik ini terdiri dari dua bagian. Bagian A dari Kode Etik ini menetapkan prinsip dasar etika profesi untuk setiap Praktisi dan memberikan kerangka konseptual untuk penerapan prinsip tersebut.

 

100.3 Bagian B dari Kode Etik ini memberikan ilustrasi mengenai penerapan kerangka konseptual tersebut pada situasi tertentu dan contoh-contoh pencegahan yang diperlukan untuk mengatasi ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi, serta memberikan contoh-contoh situasi ketika pencegahan untuk mengatasi ancaman tidak tersedia.

 

Prinsip Dasar

100.4 Setiap Praktisi wajib mematuhi prinsip dasar etika profesi di bawah ini:

  1. Prinsip integritas.
  2. Prinsip objektivitas.
  3. Prinsip kompetensi serta sikap kecermatan dan kehati-hatian profesional (professional competence and due care).
  4. Prinsip kerahasiaan.
  5. Prinsip perilaku profesional.

 

Pendekatan Kerangka Konseptual

100.5 Ancaman terhadap kepatuhan Praktisi pada prinsip dasar etika profesi dapat terjadi dalam situasi tertentu ketika Praktisi melaksanakan pekerjaannya. Karena beragamnya situasi tersebut, tidak mungkin untuk menjelaskan setiap situasi yang dapat menimbulkan ancaman tersebut beserta pencegahan yang tepat dalam Kode Etik ini. Kerangka konseptual mengharuskan Praktisi untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menangani setiap ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi dengan tujuan untuk melindungi kepentingan publik, serta tidak hanya mematuhi seperangkat peraturan khusus yang dapat bersifat subjektif.

 

100.6 Setiap Praktisi harus mengevaluasi setiap ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi ketika ia mengetahui, atau seharusnya dapat mengetahui, keadaan atau hubungan yang dapat mengakibatkan pelanggaran terhadap prinsip dasar etika profesi.

 

100.7 Setiap Praktisi harus memperhatikan faktor-faktor kualitatif dan kuantitatif dalam mempertimbangkan signifikansi suatu ancaman.

 

100.8 Praktisi mungkin saja melanggar suatu ketentuan dalam Kode Etik ini secara tidak sengaja. Pelanggaran tersebut dapat dikoreksi sesegera mungkin ketika ditemukan dan pencegahan yang tepat telah diterapkan.

 

100.9 Bagian B dari Kode Etik ini mencakup contoh-contoh yang memberikan ilustrasi mengenai penerapan kerangka konseptual bagi Praktisi.

 

Ancaman dan Pencegahan

100.10 Kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi dapat terancam oleh berbagai situasi. Ancaman tersebut dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. Ancaman kepentingan pribadi
  2. Ancaman telaah-pribadi
  3.  Praktisi menyatakan sikap atau pendapat mengenai suatu hal yang dapat mengurangi objektivitas selanjutnya dari Praktisi tersebut;
  4. Ancaman kedekatan
  5. Ancaman intimidasi.

 

100.11 Pencegahan yang dapat menghilangkan ancaman tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. Pencegahan yang dibuat oleh profesi, perundang-undangan, atau peraturan; dan
  2. Pencegahan dalam lingkungan kerja.

100.12 Pencegahan yang dibuat oleh profesi, perundang–undangan, atau peraturan mencakup antara lain:

  1. Persyaratan pendidikan, pelatihan, dan pengalaman untuk memasuki profesi;
  2. Persyaratan pengembangan dan pendidikan profesional berkelanjutan;
  3. Peraturan tata kelola perusahaan, dst

 

100.13 Bagian B dari Kode Etik ini membahas pencegahan dalam lingkungan kerja.

 

100.14 Pencegahan tertentu dapat meningkatkan kemungkinan untuk mengidentifikasi atau menghalangi perilaku yang tidak sesuai dengan etika profesi. Pencegahan tersebut dapat dibuat oleh profesi, perundang–undangan, peraturan, atau pemberi kerja, yang seperti: Sistem pengaduan yang efektif dan diketahui secara umum yang dikelola oleh pemberi kerja, profesi, atau regulator, yang memungkinkan kolega, pemberi kerja, dan anggota masyarakat untuk melaporkan perilaku Praktisi yang tidak profesional atau yang tidak sesuai dengan etika profesi.

 

100.15 Sifat pencegahan yang diterapkan sangat beragam, tergantung dari situasinya.

 

Penyelesaian Masalah yang Terkait dengan Etika Profesi

 

100.16 Dalam mengevaluasi kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi, Praktisi mungkin diharuskan untuk menyelesaikan masalah dalam penerapan prinsip dasar etika profesi.

 

100.17 Ketika memulai proses penyelesaian masalah yang terkait dengan etika profesi, baik secara formal maupun informal, setiap Praktisi baik secara individu maupun bersama-sama dengan koleganya, harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:

  1. Fakta yang relevan;
  2. Masalah etika profesi yang terkait;
  3. Prinsip dasar etika profesi yang terkait dengan masalah etika profesi yang dihadapi;
  4. Prosedur internal yang berlaku; dan
  5. Tindakan alternatif.

 

100.18 Jika masalah etika profesi melibatkan konflik dengan, atau dalam, organisasi klien atau pemberi kerja, maka Praktisi harus mempertimbangkan untuk melakukan konsultasi dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola perusahaan, seperti komite audit.

 

100.19 Praktisi sangat dianjurkan untuk mendokumentasikan substansi permasalahan dan rincian pembahasan yang dilakukan atau keputusan yang diambil yang terkait dengan permasalahan tersebut.

 

100.20 Jika masalah etika profesi yang signifikan tidak dapat diselesaikan, maka Praktisi dapat meminta nasihat profesional dari organisasi profesi yang relevan atau penasihat hukum untuk memperoleh pedoman mengenai penyelesaian masalah etika profesi yang terjadi tanpa melanggar prinsip kerahasiaan.

 

100.21 Jika setelah mendalami semua kemungkinan yang relevan, masalah etika profesi tetap tidak dapat diselesaikan, maka Praktisi harus menolak untuk dikaitkan dengan hal yang menimbulkan masalah etika profesi tersebut.

 

SEKSI 110 PRINSIP INTEGRITAS

110.1 Prinsip integritas mewajibkan setiap Praktisi untuk tegas, jujur, dan adil dalam hubungan profesional dan hubungan bisnisnya.

 

110.2 Praktisi tidak boleh terkait dengan laporan, komunikasi, atau informasi lainnya yang diyakininya terdapat:

  1. Kesalahan yang material atau pernyataan yang menyesatkan;
  2. Pernyataan atau informasi yang diberikan secara tidak hatihati;atau
  3. Penghilangan atau penyembunyian yang dapat menyesatkanatas informasi yang seharusnya diungkapkan.

 

110.3 Praktisi tidak melanggar paragraf 110.2 dari Kode Etik ini jika ia memberikan laporan yang dimodifikasi atas hal-hal yang diatur dalam paragraf 110.2 tersebut.

 

SEKSI 120 PRINSIP OBJEKTIVITAS

120.1 Prinsip objektivitas mengharuskan Praktisi untuk tidak membiarkan subjektivitas, benturan kepentingan, atau pengaruh yang tidak layakdari pihak-pihak lain memengaruhi pertimbangan profesional ataupertimbangan bisnisnya.

 

120.2 Praktisi mungkin dihadapkan pada situasi yang dapat mengurangi objektivitasnya.

 

SEKSI 130 PRINSIP KOMPETENSI SERTA SIKAP KECERMATAN DAN KEHATI-HATIAN PROFESIONAL

130.1 Prinsip kompetensi serta sikap kecermatan dan kehati-hatian profesional mewajibkan setiap Praktisi untuk:

  1. Memelihara pengetahuan dan keahlian profesional yang dibutuhkan untuk menjamin pemberian jasa profesional yang kompeten kepada klien atau pemberi kerja; dan
  2. Menggunakan kemahiran profesionalnya dengan saksama sesuai dengan standar profesi dan kode etik profesi yang berlaku dalam memberikan jasa profesionalnya.

 

130.2 Pemberian jasa profesional yang kompeten membutuhkan pertimbangan yang cermat dalam menerapkan pengetahuan dan keahlian profesional. Kompetensi profesional dapat dibagi menjadi dua tahap yang terpisah sebagai berikut:

 

  1. Pencapaian kompetensi profesional; dan
  2. Pemeliharaan kompetensi profesional.

 

130.3 Pemeliharaan kompetensi profesional membutuhkan kesadaran dan pemahaman yang berkelanjutan terhadap perkembangan teknis profesi dan perkembangan bisnis yang relevan.

 

130.4 Sikap kecermatan dan kehati-hatian profesional mengharuskan setiap Praktisi untuk bersikap dan bertindak secara hati-hati, menyeluruh, dan tepat waktu, sesuai dengan persyaratan penugasan.

 

130.5 Setiap Praktisi harus memastikan tersedianya pelatihan dan penyeliaan yang tepat bagi mereka yang bekerja di bawah wewenangnya dalam kapasitas profesional.

 

130.6 Bila dipandang perlu, Praktisi harus menjelaskan keterbatasan jasa profesional yang diberikan kepada klien, pemberi kerja, atau pengguna jasa profesional lainnya untuk menghindari terjadinya kesalahtafsiran atas pernyataan pendapat yang terkait dengan jasa profesional yang diberikan.

 

SEKSI 140 PRINSIP KERAHASIAAN

140.1 Prinsip kerahasiaan mewajibkan setiap Praktisi untuk tidak melakukan tindakan-tindakan sebagai berikut:

  1. Mengungkapkan informasi yang bersifat rahasia yang diperoleh dari hubungan profesional dan hubungan bisnis kepada pihak di luar KAP atau Jaringan KAP tempatnya bekerja tanpa adanya wewenang khusus, kecuali jika terdapat kewajiban untuk mengungkapkannya sesuai dengan ketentuan hukum atau peraturan lainnya yang berlaku; dan
  2. Menggunakan informasi yang bersifat rahasia yang diperoleh dari hubungan profesional dan hubungan bisnis untuk keuntungan pribadi atau pihak ketiga.

 

140.2 Setiap Praktisi harus tetap menjaga prinsip kerahasiaan, termasuk dalam lingkungan sosialnya.

 

140.3 Setiap Praktisi harus menjaga kerahasiaan informasi yang diungkapkan oleh calon klien atau pemberi kerja.

 

140.4 Setiap Praktisi harus mempertimbangkan pentingnya kerahasiaan informasi terjaga dalam KAP atau Jaringan KAP tempatnya bekerja.

 

140.5 Setiap Praktisi harus menerapkan semua prosedur yang dianggap perlu untuk memastikan terlaksananya prinsip kerahasiaan oleh mereka yang bekerja di bawah wewenangnya, serta pihak lain yang memberikan saran dan bantuan profesionalnya.

 

140.6 Kebutuhan untuk mematuhi prinsip kerahasiaan terus berlanjut, bahkan setelah berakhirnya hubungan antara Praktisi dengan klien atau pemberi kerja. Ketika berpindah kerja atau memperoleh klien baru, Praktisi berhak untuk menggunakan pengalaman yang diperoleh sebelumnya. Namun demikian, Praktisi tetap tidak boleh menggunakan atau mengungkapkan setiap informasi yang bersifat rahasia yang diperoleh sebelumnya dari hubungan profesional atau hubungan bisnis.

140.7 Di bawah ini merupakan situasi-situasi yang mungkin mengharuskan Praktisi untuk mengungkapkan informasi yang bersifat rahasia atau ketika pengungkapan tersebut dianggap tepat:

  1. Pengungkapan yang diperbolehkan oleh hukum dan disetujui oleh klien atau pemberi kerja;
  2. Pengungkapan yang diharuskan oleh hukum, sebagai contohnya pengungkapan dokumen atau bukti lainnya dalam sidang pengadilan
  3.  Pengungkapan yang terkait dengan kewajiban profesional untuk mengungkapkan, selama tidak dilarang oleh ketentuan hukum: Dalam mematuhi pelaksanaan penelaahan mutu yang dilakukan oleh organisasi profesi atau regulator dst

 

140.8       Dalam memutuskan untuk mengungkapkan informasi yang bersifat rahasia, setiap Praktisi harus mempertimbangkan hal-hal seperti: Dirugikan tidaknya kepentingan semua pihak, termasuk pihak ketiga, jika klien atau pemberi kerja mengizinkan pengungkapan informasi oleh Praktisi;

 

SEKSI 150 PRINSIP PERILAKU PROFESIONAL

150.1 Prinsip perilaku profesional mewajibkan setiap Praktisi untuk mematuhi setiap ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku, serta menghindari setiap tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi. Hal ini mencakup setiap tindakan yang dapat mengakibatkan terciptanya kesimpulan yang negatif oleh pihak ketiga yang rasional dan memiliki pengetahuan mengenai semua informasi yang relevan, yang dapat menurunkan reputasi profesi.

 

150.2 Dalam memasarkan dan mempromosikan diri dan pekerjaannya, setiap Praktisi tidak boleh merendahkan martabat profesi. Setiap Praktisi harus bersikap jujur dan tidak boleh bersikap atau melakukan tindakan sebagai berikut:

  1. Membuat pernyataan yang berlebihan mengenai jasa profesional yang dapat diberikan, kualifikasi yang dimiliki, atau pengalaman yang telah diperoleh; atau
  2. Membuat pernyataaan yang merendahkan atau melakukan perbandingan yang tidak didukung bukti terhadap hasil pekerjaan Praktisi lain.

 

SEKSI 200 ANCAMAN DAN PENCEGAHAN

 

Pendahuluan

200.1 Seksi ini memberikan ilustrasi mengenai penerapan kerangka konseptual yang tercantum pada Bagian A dari Kode Etik ini oleh Praktisi.

200.2 Setiap Praktisi tidak boleh terlibat dalam setiap bisnis, pekerjaan, atau aktivitas yang dapat mengurangi integritas, objektivitas, atau reputasi profesinya, yang dapat mengakibatkan pertentangan dengan jasa profesional yang diberikannya.

 

Ancaman dan Pencegahan

200.3      Kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi dapat terancam oleh berbagai situasi. Ancaman-ancaman tersebut dapat diklasifikasikan sebagai berikut: ancaman kepentingan pribadi, ancaman telaah pribadi, ancaman advokasi, ancaman kedekatan; dan ancaman intimidasi.

Sifat dan signifikansi ancaman sangat beragam, tergantung dari sifat dan jenis jasa profesional yang diberikan kepada pihak-pihak di bawah ini:

  1. Klien audit laporan keuangan;
  2. Klien assurance selain klien audit laporan keuangan; atau
  3. Klien selain klien assurance.

 

200.4 Contoh-contoh situasi yang dapat menimbulkan ancaman kepentingan pribadi bagi Praktisi mencakup antara lain:

  1. Kepentingan keuangan pada klien atau kepemilikan bersama dengan klien atas suatu kepentingan keuangan.
  2. Ketergantungan yang signifikan atas jumlah imbalan jasa profesional yang diperoleh dari suatu klien.
  3. Hubungan bisnis yang erat dengan suatu klien, dst

 

200.5 Contoh-contoh situasi yang dapat menimbulkan ancaman telaah pribadi mencakup antara lain:

  1. Penemuan kesalahan yang signifikan ketika dilakukan pengevaluasian kembali hasil pekerjaan Praktisi.
  2. Pelaporan mengenai operasi sistem keuangan setelah keterlibatan Praktisi dalam perancangan atau pengimplementasiannya, dst

200.6      Contoh-contoh situasi yang dapat menimbulkan ancaman advokasi seperti: Mempromosikan saham suatu entitas yang efeknya tercatat di bursa (“Emiten”) yang merupakan klien audit laporan keuangan.

 

200.7      Contoh-contoh situasi yang dapat menimbulkan ancaman kedekatan mencakup seperti: Anggota tim perikatan merupakan anggota keluarga langsung atau anggota keluarga dekat dari karyawan klien yang memiliki jabatan yang berpengaruh langsung dan signifikan terhadap hal pokok dari perikatan.

 

200.8 Contoh-contoh situasi yang dapat menimbulkan ancaman intimidasi mencakup antara lain: Ancaman atas pemutusan perikatan atau penggantian tim perikatan, ancaman atas litigasi, dan ancaman melalui penekanan atas pengurangan lingkup pekerjaan dengan tujuan untuk mengurangi jumlah imbalan jasa profesional.

 

200.9 Praktisi mungkin menghadapi situasi yang dapat menimbulkan ancaman khusus terhadap kepatuhan pada satu atau lebih prinsip dasar etika profesi.

 

200.10 Pencegahan yang dapat menghilangkan ancaman tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. Pencegahan yang dibuat oleh profesi, perundang-undangan, atau peraturan
  2. Pencegahan dalam lingkungan kerja.

 

200.11 Dalam lingkungan kerja, pencegahan yang tepat sangat beragam, tergantung dari situasinya. Pencegahan lingkungan kerja terdiri dari pencegahan pada tingkat institusi dan pada tingkat perikatan.

 

200.12 Pencegahan pada tingkat institusi dalam lingkungan kerja mencakup antara lain:

  1. Kepemimpinan KAP atau Jaringan KAP yang menekankan pentingnya kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi.
  2. Kepemimpinan KAP atau Jaringan KAP yang memastikan terjaganya tindakan untuk melindungi kepentingan publik oleh anggota tim assurance, dst

 

200.13 Pencegahan pada tingkat perikatan dalam lingkungan kerja mencakup antara lain:

  1. Melibatkan Praktisi lainnya untuk menelaah hasil pekerjaan yang telah dilakukan atau untuk memberikan saran yang diperlukan.
  2. Melakukan konsultasi dengan pihak ketiga yang independen, seperti komisaris independen, organisasi profesi, atau Praktisi lainnya.
  3. Mendiskusikan isu-isu etika profesi dengan pejabat klien yang bertanggung jawab atas tata kelola perusahaan, dst

 

200.14 Praktisi dapat mengandalkan juga pencegahan yang telah diterapkan oleh klien, tergantung dari sifat penugasannya. Namun demikian, Praktisi tidak boleh hanya mengandalkan pencegahan tersebut untuk mengurangi ancaman ke tingkat yang dapat diterima.

 

200.15 Pencegahan dalam sistem dan prosedur yang diterapkan oleh klien mencakup antara lain:

  1. Pihak dalam organisasi klien selain manajemen meratifikasi atau menyetujui penunjukan KAP atau Jaringan KAP.
  2. Klien memiliki karyawan yang kompeten dengan pengalaman dan senioritas yang memadai untuk mengambil keputusan manajemen,dst

 

SEKSI 210 PENUNJUKAN PRAKTISI, KAP, ATAU JARINGAN KAP

 

Penerimaan Klien

 

210.1 Sebelum menerima suatu klien baru, setiap Praktisi harus mempertimbangkan potensi terjadinya ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi yang diakibatkan oleh diterimanya klien tersebut. Ancaman potensial terhadap integritas atau perilaku profesional antara lain dapat terjadi dari isu-isu yang dapat dipertanyakan yang terkait dengan klien (pemilik, manajemen, atau aktivitasnya).

 

210.2 Isu-isu yang terdapat pada klien yang jika diketahui dapat mengancam kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi mencakup antara lain keterlibatan klien dalam aktivitas ilegal (seperti pencucian uang), kecurangan, atau pelaporan keuangan yang tidak lazim.

 

210.3 Signifikansi setiap ancaman harus dievaluasi.

 

210.4 Pencegahan yang tepat mencakup antara lain:

  1. Memperoleh pemahaman tentang klien, pemilik, manajer, serta pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola dan kegiatan bisnis perusahaan, atau
  2. Memastikan adanya komitmen dari klien untuk meningkatkan praktik tata kelola perusahaan atau pengendalian internalnya.

 

210.5 Setiap Praktisi harus menolak untuk menerima suatu perikatan jika ancaman yang terjadi tidak dapat dikurangi ke tingkat yang dapat diterima.

 

210.6 Keputusan untuk menerima suatu klien harus ditelaah secara berkala untuk perikatan yang berulang (recurring engagements).

 

Penerimaan Perikatan

210.7 Setiap Praktisi hanya boleh memberikan jasa profesionalnya jika memiliki kompetensi untuk melaksanakan perikatan tersebut. Sebelum menerima perikatan, setiap Praktisi harus mempertimbangkan setiap ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi yang dapat terjadi dari diterimanya perikatan tersebut.

 

210.8 Setiap Praktisi harus mengevaluasi signifikansi setiap ancaman yang diidentifikasi dan, jika ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas tidak signifikan, maka pencegahan yang tepat harus diterapkan untuk menghilangkan ancaman tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima. Pencegahan tersebut mencakup antara lain:

  1. Memperoleh pemahaman yang memadai mengenai sifat dan kompleksitas kegiatan bisnis klien, persyaratan perikatan, serta tujuan, sifat, dan lingkup pekerjaan yang akan dilakukan.
  2. Memperoleh pengetahuan yang relevan mengenai industri atau hal pokok dari perikatan.
  3. Memiliki pengalaman mengenai peraturan atau persyaratan pelaporan yang relevan, dst

 

210.9 Setiap Praktisi harus mengevaluasi keandalan dari saran atau pekerjaan tenaga ahli jika ia menggunakan saran atau pekerjaan tersebut dalam melaksanakan perikatannya

 

Perubahan dalam Penunjukan Praktisi, KAP, atau Jaringan KAP

210.10 Seorang Praktisi yang ditunjuk untuk menggantikan Praktisi lain atau seorang Praktisi yang sedang mempertimbangkan untuk mengikuti tender perikatan (selanjutnya secara kolektif disebut “Praktisi Pengganti”) dari calon klien yang sedang dalam perikatan dengan Praktisi lain (“Praktisi Pendahulu”) harus menentukan ada tidaknya alasan profesional atau alasan lainnya untuk tidak menerima perikatan tersebut, yaitu adanya hal-hal yang dapat mengancam kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi

 

210.11 Signifikansi setiap ancaman harus selalu dievaluasi. Dalam melakukan evaluasi tersebut, tergantung dari sifat perikatannya, Praktisi Pengganti dapat berkomunikasi langsung dengan Praktisi Pendahulu untuk memperoleh pemahaman mengenai latar belakang penggantian Praktisi tersebut, sehingga Praktisi Pengganti dapat memutuskan tepat tidaknya menerima perikatan tersebut.

 

210.12 Setiap Praktisi Pendahulu harus menjaga prinsip kerahasiaan. Lingkup informasi mengenai hal-hal yang dapat dan harus didiskusikan oleh Praktisi Pendahulu dengan Praktisi Pengganti ditentukan oleh sifat perikatan serta hal-hal sebagai berikut:

  1. Persetujuan dari klien untuk melakukan komunikasi tersebut, atau
  2. Ketentuan hukum, peraturan, atau kode etik profesi yang terkait dengan komunikasi dan pengungkapan tersebut.

 

210.13 Jika tidak memperoleh persetujuan dari klien, Praktisi Pendahulu tidak boleh secara sukarela memberikan informasi mengenai klien kepada Praktisi Pengganti.

 

210.14 Jika ancaman yang diidentifikasi merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas tidak signifikan, maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk menghilangkan ancaman tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima.

 

210.15 Pencegahan yang dapat dilakukan oleh Praktisi Pengganti seperti yang dimaksud dalam paragraf 210.14 dari Kode Etik ini mencakup antara lain:

  1. Mendiskusikan hal-hal yang berhubungan dengan klien secara lengkap dan terbuka dengan Praktisi Pendahulu;
  2. Meminta Praktisi Pendahulu untuk memberikan informasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan klien yang diketahuinya yang relevan bagi Praktisi Pengganti, sebelum Praktisi Pengganti memutuskan untuk menerima perikatan tersebut.
  3. Ketika menanggapi permintaan untuk tender, Praktisi Pengganti harus mencantumkan dalam dokumen tendernya persyaratan mengenai komunikasi dengan Praktisi Pendahulu sebelum menerima perikatan tersebut dengan tujuan untuk menanyakan ada tidaknya alasan profesional atau alasan lainnya untuk tidak menerima perikatan tersebut.

 

210.16 Pada umumnya Praktisi Pengganti harus memperoleh persetujuan dari calon klien, sebaiknya secara tertulis, sebelum melakukan komunikasi dengan Praktisi Pendahulu. Jika persetujuan tersebut telah diberikan oleh calon klien, maka Praktisi Pendahulu harus mematuhi semua ketentuan hukum dan peraturan lain yang relevan yang berlaku. Informasi yang diberikan oleh Praktisi Pendahulu kepada Praktisi Pengganti harus disampaikan dengan jujur dan jelas. Jika Praktisi Pengganti tidak dapat melakukan komunikasi dengan Praktisi Pendahulu, maka Praktisi Pengganti harus mencoba untuk memperoleh informasi mengenai semua kemungkinan ancaman yang dapat terjadi melalui cara-cara lain, seperti melakukan wawancara dengan pihak ketiga.

 

210.17 Jika ancaman tersebut tidak dapat dihilangkan atau dikurangi ke tingkat yang dapat diterima melalui penerapan pencegahan, maka Praktisi Pengganti harus menolak perikatan yang ditawarkan, kecuali jika Praktisi Pengganti mempunyai keyakinan yang kuat mengenai dapat diperolehnya informasi yang diperlukan untuk mengevaluasi ancaman tersebut dengan cara lain.

 

210.18 Praktisi Pengganti dapat diminta untuk melakukan pekerjaan yang bersifat sebagai pelengkap atau merupakan pekerjaan tambahan dari Praktisi Pendahulu.

 

SEKSI 220 BENTURAN KEPENTINGAN

 

220.1 Setiap Praktisi harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengidentifikasi setiap situasi yang dapat menimbulkan benturan kepentingan, karena situasi tersebut dapat menimbulkan ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi.

 

220.2 Setiap Praktisi harus mengevaluasi signifikansi setiap ancaman. Pengevaluasian tersebut harus dilakukan sebelum menerima atau meneruskan hubungan dengan klien atau perikatan, dan mencakup pertimbangan mengenai ada tidaknya kepentingan bisnis atau hubungan dengan klien atau pihak ketiga, yang dapat menimbulkan ancaman.

 

220.3 Tergantung dari penyebab benturan kepentingan, pencegahan yang dilakukan oleh Praktisi umumnya harus mencakup hal-hal seperti: Memberitahukan klien mengenai setiap kepentingan atau kegiatan bisnis KAP atau Jaringan KAP yang dapat menimbulkan benturan kepentingan, dan memperoleh persetujuan dari klien untuk melanjutkan hubungan dengan klien berdasarkan kondisi tersebut, dst

 

220.4 Berikut ini adalah pencegahan tambahan yang harus dipertimbangkan juga:

  1. Penggunaan tim perikatan yang terpisah dalam memberikan jasa profesional kepada klien-klien yang kepentingannya saling berbenturan;
  2. Penetapan prosedur untuk mencegah akses informasi oleh pihak yang tidak berhak (sebagai contoh, pemisahan fisik yang jelas atas masing-masing tim perikatan tersebut di atas, dan penyimpanan data yang aman dan terjaga kerahasiaannya);
  3. Penetapan pedoman yang jelas bagi anggota tim perikatan mengenai keamanan dan kerahasiaan data, dst

 

220.5 Jika benturan kepentingan menyebabkan ancaman terhadap satu atau lebih prinsip dasar etika profesi (termasuk prinsip objektivitas, kerahasiaan, atau perilaku profesional) yang tidak dapat dihilangkan atau dikurangi ke tingkat yang dapat diterima melalui penerapan pencegahan yang tepat, maka Praktisi harus menolak untuk menerima perikatan tersebut atau bahkan mengundurkan diri dari satu atau lebih perikatan yang berbenturan kepentingan tersebut.

 

220.6 Jika klien tidak memberikan persetujuan kepada Praktisi sehubungan dengan permohonan Praktisi untuk memberikan jasa profesionalnya kepada pihak lain (baik klien maupun calon klien) yang kepentingannya berbenturan dengan klien, maka Praktisi tidak boleh melanjutkan pemberian jasa profesionalnya kepada salah satu dari pihak-pihak tersebut.

 

SEKSI 230 PENDAPAT KEDUA

230.1 Ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika dapat terjadi ketika Praktisi diminta untuk memberikan pendapat kedua (second opinions) mengenai penerapan akuntansi, auditing, pelaporan, atau standar/prinsip lain untuk keadaan atau transaksitertentu oleh, atau untuk kepentingan, pihak-pihak selain klien.

 

230.2 Ketika diminta untuk memberikan pendapat kedua, setiap Praktisi harus mengevaluasi signifikansi setiap ancaman dan, jika ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas tidak signifikan, maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk menghilangkan ancaman tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima.Pencegahan tersebut mencakup contohnya: Meminta persetujuan dari klien untuk menghubungi Praktisiyang memberikan pendapat pertama.

 

230.3 Jika perusahaan atau entitas yang meminta pendapat tidak memberikan persetujuannya kepada Praktisi yang memberikan pendapat kedua untuk melakukan komunikasi dengan Praktisi yang memberikan pendapat pertama, maka Praktisi yang diminta untuk memberikan pendapat kedua tersebut harus mempertimbangkan seluruh fakta dan kondisi untuk menentukan tepat tidaknya pendapat kedua diberikan.

 

SEKSI 240 IMBALAN JASA PROFESIONAL DAN BENTUK REMUNERASI LAINNYA

240.1 Dalam melakukan negosiasi mengenai jasa profesional yang diberikan, Praktisi dapat mengusulkan jumlah imbalan jasa profesional yang dipandang sesuai.

 

240.2 Signifikansi ancaman akan tergantung dari beberapa faktor, seperti besaran imbalan jasa profesional yang diusulkan, serta jenis dan lingkup jasa profesional yang diberikan.

 

240.3 Imbalan jasa profesional yang bersifat kontinjen telah digunakan secara luas untuk jasa profesional tertentu selain jasa assurance. Namun demikian, dalam situasi tertentu imbalan jasa profesional yang bersifat kontinjen dapat menimbulkan ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi, yaitu ancaman kepentingan pribadi terhadap objektivitas.

 

240.4 Signifikansi setiap ancaman harus dievaluasi dan jika ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas tidak signifikan, maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk menghilangkan ancaman tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima. Pencegahan tersebut mencakup antara lain:.

  1. Kebijakan dan prosedur pengendalian mutu.
  2. Penelaahan oleh pihak ketiga yang objektif terhadap hasil pekerjaan Praktisi, dst

 

240.5 Dalam situasi tertentu, seorang Praktisi dapat menerima imbalan jasa profesional rujukan atau komisi (referral fee) yang terkait dengan diterimanya suatu perikatan.

 

240.6 Seorang Praktisi dapat membayar juga imbalan jasa profesional rujukan untuk mendapatkan klien atau perikatan.

 

240.7 Setiap Praktisi tidak boleh membayar atau menerima imbalan jasa profesional rujukan atau komisi, kecuali jika Praktisi telah menerapkan pencegahan yang tepat untuk mengurangi ancaman atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima. Pencegahan tersebut seperti: Mengungkapkan kepada klien mengenai perjanjian pembayaran atau penerimaan imbalan jasa profesional rujukan kepada Praktisi lain atas suatu perikatan.

 

240.8 Praktisi dapat membeli seluruh atau sebagian kepemilikan KAP atau Jaringan KAP lain dengan melakukan pembayaran kepada individu yang sebelumnya memiliki KAP atau Jaringan KAP tersebut, atau dengan melakukan pembayaran kepada ahli waris atau walinya. Pembayaran tersebut bukan merupakan imbalan jasa profesional rujukan atau komisi seperti yang diatur dalam paragraf 240.5 – 240.7 dari Kode Etik ini.

 

SEKSI 250 PEMASARAN JASA PROFESIONAL

250.1 Ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi dapat terjadi ketika Praktisi mendapatkan suatu perikatan melalui iklan atau bentuk pemasaran lainnya.

 

250.2 Setiap Praktisi tidak boleh mendiskreditkan profesi dalam memasarkan jasa profesionalnya. Setiap Praktisi harus bersikap jujur dan tidak boleh melakukan tindakan-tindakan seperti: Membuat pernyataan yang berlebihan mengenai jasa profesional yang dapat diberikan, kualifikasi yang dimiliki, atau pengalaman yang telah diperoleh

 

SEKSI 260 PENERIMAAN HADIAH ATAU BENTUK KERAMAH-TAMAHAN LAINNYA

260.1 Praktisi maupun anggota keluarga langsung atau anggota keluarga dekatnya mungkin saja ditawari suatu hadiah atau bentuk keramahtamahan lainnya (hospitality) oleh klien. Penerimaan pemberian tersebut dapat menimbulkan ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi.

260.2 Signifikansi ancaman sangat beragam, tergantung dari sifat, nilai, dan maksud di balik pemberian tersebut.

 

260.3 Jika ancaman yang dievaluasi merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas tidak signifikan, maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk menghilangkan ancaman tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima. Jika ancaman tersebut tidak dapat dihilangkan atau dikurangi ke tingkat yang dapat diterima, maka Praktisi tidak diperbolehkan untuk menerima pemberian tersebut.

 

SEKSI 270 PENYIMPANAN ASET MILIK KLIEN

270.1 Setiap Praktisi tidak boleh mengambil tanggung jawab penyimpanan uang atau aset lainnya milik klien, kecuali jika diperbolehkan oleh ketentuan hukum yang berlaku dan jika demikian, Praktisi wajib menyimpan aset tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

 

270.2 Penyimpanan aset milik klien dapat menimbulkan ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi, Praktisi yang dipercaya untuk menyimpan uang atau aset lainnya milik pihak lain harus melakukan pencegahan seperti:

  1. Menyimpan aset tersebut secara terpisah dari aset KAP atau Jaringan KAP, atau aset pribadinya;
  2. Menggunakan aset tersebut hanya untuk tujuan yang telah ditetapkan, dst

 

270.3 Selain itu, setiap Praktisi harus selalu waspada terhadap ancaman atas kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi yang dapat terjadi sehubungan dengan keterkaitan Praktisi dengan aset tersebut.

 

SEKSI 280 OBJEKTIVITAS – SEMUA JASA PROFESIONAL

280.1 Dalam memberikan jasa profesionalnya, setiap Praktisi harus mempertimbangkan ada tidaknya ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar objektivitas yang dapat terjadi dari adanya kepentingan dalam, atau hubungan dengan, klien maupun direktur, pejabat, atau karyawannya.

 

280.2 Setiap Praktisi yang memberikan jasa assurance harus bersikap independen terhadap klien assurance.

 

280.3 Keberadaan ancaman terhadap objektivitas ketika memberikan jasa profesional akan tergantung dari kondisi tertentu dan sifat dari perikatan yang dilakukan oleh Praktisi.

 

280.4 Setiap Praktisi harus mengevaluasi signifikansi setiap ancaman yang diidentifikasi dan, jika ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas tidak signifikan, maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk menghilangkan ancaman tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima. Pencegahan tersebut mencakup antara lain:

  1. Mengundurkan diri dari tim perikatan.
  2. Menerapkan prosedur penyeliaan yang memadai, dst

 

SEKSI 290 INDEPENDENSI DALAM PERIKATAN ASSURANCE

 

Pendahuluan

290.1 Dalam melaksanakan perikatan assurance, Kode Etik ini mewajibkan anggota tim assurance, KAP, dan jika relevan, Jaringan KAP, untuk bersikap independen terhadap klien assurance sehubungan dengan kapasitas mereka untuk melindungi kepentingan publik.

 

290.2 Perikatan assurance bertujuan untuk meningkatkan tingkat keyakinan pengguna hasil pekerjaan perikatan assurance atas hasil pengevaluasian atau hasil pengukuran yang dilakukan atas hal pokok berdasarkan suatu kriteria tertentu.

 

290.3 Dalam perikatan assurance, Praktisi menyatakan pendapat yang bertujuan untuk meningkatkan tingkat keyakinan pengguna hasil pekerjaan perikatan assurance yang dituju.

 

290.4 Hasil pengevaluasian atau hasil pengukuran yang dilakukan atas hal pokok merupakan informasi yang dihasilkan dari penerapan kriteria tertentu terhadap hal pokok. Istilah “informasi hal pokok” (subject matter information) digunakan untuk menunjukkan hasil pengevaluasian atau hasil pengukuran dari hal pokok tersebut, sebagai contoh: Pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan yang disajikan dalam laporan keuangan (informasi hal pokok) merupakan hasil penerapan kerangka kerja pelaporan keuangan untuk pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan, sebagai contoh, penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (kriteria) atas posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas (ketiganya merupakan hal pokok) dari suatu entitas.

 

290.5 Bentuk perikatan assurance dapat berupa perikatan assurance berbasis asersi (assertion-based assurance engagement) maupun perikatan assurance pelaporan langsung (direct reporting assurance engagement).

 

290.6 Dalam perikatan assurance berbasis asersi, termasuk perikatan audit laporan keuangan, pengevaluasian atau pengukuran atas hal pokok dilakukan oleh pihak yang bertanggung jawab atas hal pokok.

 

290.7 Dalam perikatan assurance pelaporan langsung, Praktisi dapat melakukan pengevaluasian atau pengukuran atas hal pokok secara langsung maupun dengan memperoleh representasi dari pihak yang bertanggung jawab atas hal pokok yang sebelumnya telah melakukan pengevaluasian atau pengukuran atas hal pokok tersebut yang tidak tersedia bagi pengguna yang dituju. Informasi hal pokok disediakan bagi pengguna yang dituju dalam bentuk laporan assurance.

 

290.8 Independensi yang diatur dalam Kode Etik ini mewajibkan setiap Praktisi untuk bersikap sebagai berikut:

  1. Independensi dalam pemikiran.
  2. Independensi dalam penampilan.

 

290.9 Penggunaan kata “independensi” yang berdiri sendiri dapat menimbulkan kesalahpahaman, yang dapat menyebabkan pengamat beranggapan bahwa seseorang yang menggunakan pertimbangan profesional harus bebas dari semua pengaruh hubungan ekonomi, hubungan keuangan, maupun hubungan lainnya. Oleh karena itu, signifikansi setiap hubungan ekonomi, hubungan keuangan, maupun hubungan lainnya harus dievaluasi.

 

290.10 Kode Etik ini tidak memberikan ilustrasi mengenai setiap situasi yang dapat menimbulkan ancaman terhadap independensi dan penerapan pencegahan yang tepat, mengingat beragamnya setiap situasi yang relevan, serta beragamnya sifat perikatan assurance, ancaman yang dapat terjadi, dan pencegahan yang tepat. Kerangka kerja konseptual dibuat dengan tujuan untuk melindungi kepentingan publik.

 

Pendekatan Konseptual atas Independensi

290.11 Anggota tim assurance, KAP, atau Jaringan KAP harus menerapkan kerangka kerja konseptual yang sudah diatur dan pertimbangan mengenai ada tidaknya ancaman terhadap independensi yang timbul dari hubungan antara pihak-pihak di luar tim assurance dengan klien assurance harus dilakukan juga.

 

290.12 Contoh-contoh yang diberikan dalam Seksi ini bertujuan untuk memberikan ilustrasi mengenai penerapan kerangka kerja konseptual, dan bukan merupakan suatu daftar lengkap mengenai setiap situasi yang dapat menimbulkan ancaman terhadap independensi.

 

290.13 Sifat setiap ancaman terhadap independensi dan penerapan pencegahan yang tepat untuk menghilangkan ancaman tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima sangat beragam, tergantung dari karakteristik perikatan assurance, seperti perikatan audit laporan keuangan atau perikatan assurance selain perikatan audit laporan keuangan.

 

Jaringan dan Jaringan KAP

290.14 Suatu entitas yang dimiliki oleh suatu Jaringan dapat berupa KAP atau Jaringan KAP (termasuk entitas yang mengendalikan atau dikendalikan olehnya), yang dapat berbentuk perusahaan perseorangan (sole practitioner), persekutuan (partnership), perseroan (corporation), atau koperasi jasa audit, atau kantor lainnya, seperti kantor konsultan atau kantor penasihat hukum.

 

290.15 Jika suatu KAP atau Jaringan KAP merupakan anggota atau bagian dari suatu Jaringan, maka entitas tersebut harus menjaga independensinya terhadap setiap klien audit laporan keuangan yang menjadi klien dari setiap KAP atau Jaringan KAP yang terdapat dalam Jaringan tersebut.

 

290.16 Untuk meningkatkan kemampuannya dalam memberikan jasa profesional, suatu KAP atau Jaringan KAP seringkali membentuk suatu struktur yang lebih besar dengan KAP atau Jaringan KAP lain. Dapat tidaknya struktur yang lebih besar ini menjadi suatu Jaringan tergantung dari fakta dan situasi tertentu, dan tidak tergantung dari terpisah tidaknya KAP atau Jaringan KAP tersebut satu dengan lainnya secara hukum.

 

290.17 Pertimbangan mengenai terpenuhi tidaknya suatu struktur yang lebih besar sebagai suatu Jaringan harus dilakukan sehubungan dengan kemungkinan pihak ketiga yang rasional dan memiliki pengetahuan mengenai semua informasi yang relevan untuk menyimpulkan, dengan mempertimbangkan semua hal-hal yang relevan, terhubungnya seluruh entitas satu dengan lainnya dalam struktur tersebut sedemikian rupa yang dapat mengesankan keberadaan sebuah Jaringan.

 

290.18 Suatu Jaringan dapat tercipta melalui pembentukan suatu struktur yang lebih besar dengan tujuan untuk melakukan kerja sama dan secara jelas berbagi pendapatan atau beban di antara entitasentitas dalam struktur tersebut.

 

290.19 Suatu Jaringan dapat tercipta melalui pembentukan suatu struktur yang lebih besar dengan tujuan untuk melakukan kerja sama dan seluruh entitas dalam struktur tersebut memiliki kepemilikan, pengendalian, atau manajemen bersama. Hal ini dapat terjadi melalui suatu perjanjian atau mekanisme lainnya.

 

290.20 Suatu Jaringan dapat juga tercipta melalui pembentukan suatu struktur yang lebih besar dengan tujuan untuk melakukan kerja sama dan seluruh entitas dalam struktur tersebut memiliki kebijakan dan prosedur pengendalian mutu bersama yang dirancang, diterapkan, dan dipantau oleh mereka sendiri.

 

290.21 Suatu Jaringan dapat juga tercipta melalui pembentukan suatu struktur yang lebih besar dengan tujuan untuk melakukan kerja sama dan seluruh entitas dalam struktur tersebut memiliki strategi bisnis bersama.

 

290.22 Suatu Jaringan dapat tercipta melalui pembentukan suatu struktur yang lebih besar dengan tujuan untuk melakukan kerja sama dan seluruh entitas dalam struktur tersebut menggunakan nama merek bersama. Nama merek bersama dapat berupa suatu inisial atau suatu nama.

 

290.23 Suatu KAP atau Jaringan KAP dapat memberikan kesan sebagai bagian dari suatu Jaringan meskipun pada kenyataannya KAP atau Jaringan KAP tersebut bukan merupakan bagian dari Jaringan tersebut dan tidak menggunakan nama merek bersama sebagai bagian dari nama KAP atau Jaringan KAP, jika KAP atau Jaringan KAP tersebut mencantumkan dalam alat tulis kantor, pernak-pernik, maupun bahan promosi lainnya mengenai keterhubungan KAP atau Jaringan KAP tersebut dengan Jaringan tersebut.

 

290.24 Ketika suatu KAP menjual sebagian dari praktiknya, perjanjian penjualan kadang-kadang memperbolehkan bagian praktik yang dijual tersebut untuk tetap menggunakan nama KAP atau bagian dari nama KAP selama suatu jangka waktu tertentu, meskipun bagian KAP yang dijual tersebut tidak lagi terkait dengan KAP. Dalam situasi tersebut, meskipun KAP dan bagian KAP yang dijual tersebut tetap berpraktik dengan menggunakan nama yang sama, pada kenyataannya mereka tidak dimiliki oleh suatu struktur yang lebih besar yang dibentuk dengan tujuan untuk melakukan kerja sama, dan oleh karena itu, mereka bukan merupakan Jaringan KAP.

 

290.25 Suatu Jaringan dapat juga tercipta melalui pembentukan suatu struktur yang lebih besar dengan tujuan untuk melakukan kerja sama dan seluruh entitas dalam struktur tersebut berbagi sumber daya profesional secara signifikan. Sumber daya profesionaltersebut mencakup:

  1. Sistem bersama yang memungkinkan semua entitas yang berada dalam struktur tersebut untuk bertukar informasi,seperti data klien, tagihan, dan catatan waktu kerja;
  2. Rekan dan staf, dst

 

290.26 Penentuan mengenai signifikan tidaknya sumber daya profesional yang digunakan bersama yang menjadikan KAP atau Jaringan KAP sebagai entitas-entitas yang dimiliki oleh suatu Jaringan, harus dilakukan berdasarkan hal-hal yang relevan.

 

Perikatan Assurance Berbasis Asersi

 

Perikatan Audit Laporan Keuangan

290.27 Mengingat relevansi perikatan audit laporan keuangan terhadap berbagai pengguna potensial laporan keuangan, maka independensi dalam pemikiran dan independensi dalam penampilan merupakan hal yang sangat penting. Oleh karena itu, dalam perikatan audit laporan keuangan, setiap anggota tim assurance, KAP, atau Jaringan KAP wajib menjaga independensinya terhadap klien audit laporan keuangan.

 

Perikatan Assurance Berbasis Asersi Selain Perikatan

Audit Laporan Keuangan

290.28 Dalam perikatan assurance berbasis asersi selain perikatan audit laporan keuangan, anggota tim assurance, KAP, atau Jaringan KAP wajib menjaga independensinya terhadap klien tersebut (yaitu pihak yang bertanggung jawab atas informasi hal pokok dan mungkin bertanggung jawab juga atas hal pokok).

 

290.29 Pada sebagian besar perikatan assurance berbasis asersi selain perikatan audit laporan keuangan, pihak yang bertanggung jawab merupakan pihak yang bertanggung jawab atas informasi hal pokok dan hal pokok. Namun demikian, dalam beberapa perikatan, pihak yang bertanggung jawab belum tentu bertanggung jawab atas hal pokok.

 

290.30 Dalam perikatan assurance berbasis asersi selain perikatan audit laporan keuangan, ketika pihak yang bertanggung jawab merupakan pihak yang hanya bertanggung jawab atas informasi hal pokok (dan tidak bertanggung jawab atas hal pokok), anggota tim assurance, KAP, atau Jaringan KAP wajib menjaga independensinya terhadap pihak yang bertanggung jawab atas informasi hal pokok (klien assurance). Selain itu, pertimbangan harus dilakukan terhadap ada tidaknya ancaman terhadap independensi yang dapat terjadi dari kepentingan dan hubungan antara anggota tim assurance, KAP, atau Jaringan KAP dengan pihak yang bertanggung jawab atas hal pokok.

 

Perikatan Assurance Pelaporan Langsung

290.31 Dalam perikatan assurance pelaporan langsung, anggota tim assurance, KAP, atau Jaringan KAP wajib menjaga independensinya terhadap klien assurance (pihak yang  bertanggung jawab atas hal pokok).

 

Laporan Assurance yang Penggunaannya Terbatas

290.32 Pihak-pihak yang tercantum dalam suatu laporan assurance yang penggunaannya terbatas yang ditujukan kepada klien selain klien audit laporan keuangan dapat diasumsikan memiliki pemahaman yang memadai mengenai tujuan, informasi hal pokok, dan keterbatasan laporan sehubungan dengan keterlibatan mereka dalam menentukan sifat dan lingkup prosedur yang dilakukan dalam melaksanakan perikatan tersebut, termasuk kriteria yang digunakan untuk mengevaluasi atau mengukur hal pokok

 

Pihak yang Bertanggung Jawab

290.33 Pada sebagian perikatan assurance selain perikatan audit laporan keuangan, baik yang berupa perikatan berbasis asersi maupun perikatan pelaporan langsung, mungkin saja terdapat beberapa pihak yang bertanggung jawab. Dalam perikatan seperti itu, untuk menentukan perlu tidaknya menerapkan ketentuan dalam Seksi ini terhadap setiap pihak yang bertanggung jawab atas informasi hal pokok, KAP dapat mempertimbangkan ada tidaknya kepentingan atau hubungan antara anggota tim assurance atau KAP dengan pihak yang bertanggung jawab yang dapat menimbulkan ancaman terhadap independensi, selain ancaman yang secara jelas tidak signifikan. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam hal ini adalah sebagai berikut:

  1. Materialitas dari informasi hal pokok (atau hal pokok) yang menjadi tanggung jawab dari pihak tertentu; dan
  2. Luas kepentingan publik yang terkait dengan perikatan.

 

Pertimbangan Lainnya

290.34 Ancaman dan pencegahan yang diidentifikasi dalam Seksi ini umumnya dibahas dalam konteks kepentingan atau hubungan antara anggota tim assurance, KAP, atau Jaringan KAP dengan klien assurance. Dalam melaksanakan perikatan assurance untuk klien yang merupakan Emiten, setiap KAP atau Jaringan KAP harus mengidentifikasi sedini mungkin dan mempertimbangkan kepentingan dan hubungan yang terjadi yang melibatkan entitasentitas yang terkait dengan Emiten.

 

290.35 Pengevaluasian atas ancaman terhadap independensi dan tindakan selanjutnya harus didukung oleh bukti yang diperoleh sebelum menerima perikatan dan selama perikatan berlangsung. Kewajiban untuk melakukan pengevaluasian dan tindakan selanjutnya tersebut timbul ketika anggota tim assurance, KAP, atau Jaringan KAP mengetahui, atau seharusnya mengetahui, situasi atau hubungan yang dapat mengurangi independensi.

 

290.36 Ancaman terhadap independensi yang dibahas dalam Seksi ini mencakup ancaman yang signifikan dan ancaman yang secara jelas tidak signifikan. Faktor-faktor kualitatif dan kuantitatif harus dipertimbangkan dalam mengevaluasi signifikansi setiap hal yang terkait.

 

Tujuan dan Struktur dari Seksi Ini

290.37 Tujuan dari Seksi ini adalah untuk membantu anggota tim assurance dan KAP atau Jaringan KAP dalam:

(a) Mengidentifikasi ancaman terhadap independensi;

(b) Mengevaluasi ada tidaknya ancaman yang secara jelas tidak signifikan; dan

(c) Untuk ancaman selain ancaman yang secara jelas tidak signifikan, mengidentifikasi dan menerapkan pencegahan yang tepat untuk menghilangkan ancaman tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima.

 

290.38 Seksi ini diakhiri dengan beberapa contoh mengenai penerapan pendekatan konseptual atas independensi dalam situasi dan hubungan tertentu. Contoh-contoh tersebut membahas ancaman terhadap independensi yang dapat terjadi dalam situasi dan hubungan tertentu (paragraf 290.100 – 290.214).

.

290.39 Beberapa contoh tertentu dalam Seksi ini memberikan ilustrasi mengenai penerapan kerangka kerja konseptual dalam perikatan audit laporan keuangan Emiten. Namun demikian, penerapannya dalam perikatan audit laporan keuangan bagi entitas selain Emiten sangat dianjurkan.

 

290.40 Ketika ancaman terhadap independensi selain ancaman yang secara jelas tidak signifikan terindentifikasi dan, jika KAP atau Jaringan KAP memutuskan untuk tetap menerima atau melanjutkan perikatan assurance, maka keputusan tersebut harus didokumentasikan.

 

290.41 Pengevaluasian atas signifikansi dari setiap ancaman terhadap independensi dan pencegahan yang tepat untuk mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima harus mempertimbangkan kepentingan publik.

 

290.42 Komite audit dapat memiliki peranan penting dalam tata kelola perusahaan bila mereka independen terhadap manajemen klien dan dapat membantu memberikan keyakinan kepada dewan komisaris mengenai independensi KAP atau Jaringan KAP dalam melaksanakan perikatan audit.

 

290.43 Setiap KAP harus menetapkan kebijakan dan prosedur mengenai komunikasi independensi dengan komite audit atau pihak lain yang bertanggung jawab atas tata kelola perusahaan.

 

Periode Perikatan

290.44 Setiap anggota tim assurance dan KAP wajib menjaga independensinya terhadap klien assurance selama periode perikatan assurance. Periode perikatan tersebut dimulai sejak tim assurance mulai melaksanakan perikatan dan berakhir ketika laporan assurance diterbitkan, kecuali jika perikatan tersebut merupakan perikatan yang berulang.

 

290.45 Dalam perikatan audit laporan keuangan, periode perikatan mencakup periode yang tercantum dalam laporan keuangan yang diaudit oleh KAP. Jika suatu entitas menjadi klien audit laporan keuangan selama atau setelah periode yang tercantum dalam laporan keuangan yang akan diaudit, maka KAP harus mempertimbangkan ada tidaknya ancaman terhadap independensi yang dapat terjadi dari:

  1. Hubungan keuangan atau hubungan bisnis dengan klien audit laporan keuangan yang terjadi selama atau setelah periode yang tercantum dalam laporan keuangan, tetapi sebelum diterimanya perikatan audit laporan keuangan; atau
  2. Jasa-jasa profesional yang telah diberikan sebelumnya kepada klien audit laporan keuangan. Serupa dengan perikatan audit laporan keuangan, pertimbangan tersebut di atas harus dilakukan juga untuk perikatan assurance selain perikatan audit laporan keuangan.

 

290.46 Jika jasa profesional selain jasa assurance telah diberikan sebelumnya kepada klien audit laporan keuangan selama atau setelah periode yang tercantum dalam laporan keuangan, tetapi sebelum dimulainya pelaksanaan perikatan audit laporan keuangan, dan jika jasa profesional tersebut tidak diperbolehkan menurut ketentuan Kode Etik ini selama periode perikatan audit laporan keuangan, maka ancaman terhadap independensi yang terjadi dari pemberian jasa profesional tersebut, jika ada, harus dipertimbangkan. Jika ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas tidak signifikan, maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima. Pencegahan tersebut mencakup seperti: Mendiskusikan isu-isu independensi yang terkait dengan ketentuan mengenai pemberian jasa profesional selain jasa assurance dengan pihak klien audit laporan keuangan yang bertanggung jawab atas tata kelola perusahaan, seperti komite audit, dst

 

290.47 Suatu jasa profesional selain jasa assurance yang diberikan kepada klien audit laporan keuangan selain Emiten tidak akan mengurangi independensi KAP atau Jaringan KAP ketika klien tersebut menjadi Emiten selama:

  1. Jasa profesional selain jasa assurance yang diberikan sebelumnya merupakan jasa yang diperbolehkan bagi klien audit laporan keuangan selain Emiten berdasarkan Seksi ini;
  2. Jika jasa profesional tersebut merupakan jasa profesional yang tidak diperbolehkan untuk diberikan kepada Emiten berdasarkan ketentuan dalam Seksi ini, maka jasa profesional selain jasa assurance tersebut harus diakhiri dalam suatu periode yang wajar sebelum klien tersebut menjadi Emiten; dan
  3. KAP telah menerapkan pencegahan yang tepat untuk menghilangkan setiap ancaman terhadap independensi yang terjadi dari jasa profesional yang diberikan sebelumnya atau mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima.

 

Ancaman Terhadap Independensi dalam Perikatan Assurance Beserta Pencegahannya

 

Pendahuluan

290.100 Contoh-contoh di bawah ini memberikan ilustrasi mengenai situasi dan hubungan tertentu yang dapat menimbulkan ancaman terhadap independensi.

 

290.101 Selain berkaitan dengan perikatan assurance untuk klien audit laporan keuangan, contoh-contoh tersebut juga berkaitan dengan perikatan assurance untuk klien selain klien audit laporan keuangan.

 

290.102 Contoh-contoh tersebut memberikan juga ilustrasi mengenai penerapan kerangka kerja konseptual pada klien audit laporan keuangan dan klien assurance selain klien audit laporan keuangan.

 

290.103 Pada beberapa perikatan assurance, terdapat dua pihak yang bertanggung jawab. Dalam situasi tersebut, pertimbangan harus dilakukan terhadap setiap ancaman yang dapat terjadi dari kepentingan dan hubungan antara anggota tim assurance, KAP, atau Jaringan KAP dengan pihak yang bertanggung jawab atas hal pokok.

 

Kepentingan Keuangan

 

Pendahuluan

290.104 Kepentingan keuangan pada klien assurance dapat menimbulkan ancaman kepentingan pribadi. Pertimbangan mengenai sifat dari setiap kepentingan keuangan harus dilakukan dalam mengevaluasi signifikansi dari ancaman dan pencegahan yang tepat yang harus diterapkan untuk menghilangkan ancaman tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima.

 

290.105 Pertimbangan mengenai beragamnya kepentingan keuangan harus dilakukan dalam mengevaluasi jenis kepentingan keuangan, yang dapat diklasifikasikan sebagai berikut: (i) kepentingan keuangan dari suatu pihak yang tidak memiliki kendali atas medium investasi atau atas kepentingan keuangan yang dimiliki (sebagai contoh, reksadana, unit trust), atau (ii) kepentingan keuangan dari suatu pihak yang memiliki kendali atas kepentingan keuangan (seperti wali amanat (trustee)) atau memiliki kemampuan untuk memengaruhi keputusan investasi.

 

Ketentuan yang Berlaku bagi Setiap Klien Assurance

290.106 Ketika anggota tim assurance maupun anggota keluarga langsungnya memiliki kepentingan keuangan yang bersifat langsung maupun kepentingan keuangan yang bersifat tidak langsung yang material pada klien assurance, ancaman kepentingan pribadi yang dapat terjadi demikian signifikan, sehingga pencegahan yang tepat untuk menghilangkan ancaman tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima adalah dengan melakukan tindakan-tindakan seperti: Melepaskan kepentingan keuangan yang bersifat langsung sebelum seorang individu menjadi anggota tim assurance;

 

290.107 Ancaman kepentingan pribadi dapat terjadi ketika anggota tim assurance maupun anggota keluarga langsungnya menerima suatu pemberian, sebagai contoh, warisan, hadiah, atau kepentingan keuangan yang bersifat langsung maupun kepentingan keuangan yang bersifat tidak langsung yang material pada klien assurance sebagai akibat dari penggabungan usaha. Pencegahanpencegahan di bawah ini harus diterapkan untuk menghilangkan ancaman tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapatditerima:

(a) Melepaskan kepentingan keuangan sedini mungkin; atau

(b) Mengeluarkan anggota tim assurance dari perikatanassurance.

 

290.108 Ancaman kepentingan pribadi dapat terjadi ketika anggota tim assurance mengetahui adanya kepentingan keuangan yang bersifat langsung maupun kepentingan keuangan yang bersifat tidak langsung yang material pada klien assurance yang dimiliki oleh anggota keluarga dekatnya.

 

290.109 Ketika anggota tim assurance atau KAP, yang bertindak sebagai wali amanat dari klien assurance, memiliki kepentingan keuangan yang bersifat langsung maupun kepentingan keuangan yang bersifat tidak langsung yang material pada klien assurance, ancaman kepentingan pribadi dapat terjadi dari kemungkinan pengaruh lembaga wali amanat (trust) atas klien assurance. Oleh karena itu, kepentingan keuangan seperti ini hanya dapat dipertahankan jika:

  1. Kepentingan yang dimiliki oleh lembaga wali amanat pada klien assurance tidak bersifat material terhadap lembaga wali amanat tersebut;
  2. Lembaga wali amanat tidak memiliki pengaruh yang signifikan atas klien assurance; dst

 

290.110 Pertimbangan harus dilakukan mengenai ada tidaknya ancaman kepentingan pribadi yang dapat terjadi dari kepentingan keuangan yang dimiliki oleh personil di luar tim assurance maupun anggota keluarga langsung atau anggota keluarga dekatnya pada klien assurance. Personil tersebut mencakup:

  1. Rekan (termasuk anggota keluarga langsungnya) yang bukan merupakan anggota tim assurance;
  2. Rekan dan karyawan tingkat manajerial yang memberikan jasa profesional selain jasa assurance kepada klien assurance; dan
  3. Personil yang memiliki hubungan dekat dengan anggota timnassurance.

 

290.111 Pelanggaran yang tidak disengaja atas Seksi ini yang berkaitan dengan kepentingan keuangan pada klien assurance tidak akan mengurangi independensi anggota tim assurance, KAP, atau Jaringan KAP selama:

  1. KAP dan Jaringan KAP telah menetapkan kebijakan dan prosedur yang mengharuskan seluruh tenaga profesionalnya untuk sesegera mungkin melaporkan kepada KAP setiap pelanggaran yang terjadi sebagai akibat dari pembelian, warisan, atau pemerolehan kepentingan keuangan lainnya pada klien assurance;
  2. Sesegera mungkin KAP dan Jaringan KAP memberitahukan tenaga profesional yang bersangkutan untuk melepaskan kepentingan keuangan yang menyebabkan ancaman tersebut; dan
  3. Sedini mungkin melepaskan kepentingan keuangan setelah teridentifikasinya ancaman atau mengeluarkan tenaga profesional yang bersangkutan dari tim assurance.

290.112 Setiap KAP harus mempertimbangkan pencegahan yang dapat diterapkan ketika terjadi pelanggaran atas Seksi ini secara tidak sengaja yang berkaitan dengan kepentingan keuangan pada klien assurance

 

Ketentuan yang Hanya Berlaku bagi Klien Audit Laporan Keuangan

290.113 Ketika KAP atau Jaringan KAP memiliki kepentingan keuangan

yang bersifat langsung pada klien audit laporan keuangan,

ancaman kepentingan pribadi yang dapat terjadi demikian

signifikan, sehingga tidak ada satupun pencegahan yang dapat

mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima.

 

290.114 Ketika KAP atau Jaringan KAP memiliki kepentingan keuangan

yang bersifat tidak langsung yang material pada klien audit laporan

keuangan, ancaman kepentingan pribadi yang dapat terjadi

demikian signifikan, sehingga tidak ada satupun pencegahan yang

dapat mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat

diterima.

 

290.115 Ketika KAP atau Jaringan KAP memiliki kepentingan keuangan

yang material pada suatu entitas yang memiliki kendali atas klien

audit laporan keuangan, ancaman kepentingan pribadi yang dapat

terjadi demikian signifikan, sehingga tidak ada satupun pencegahan

yang dapat mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat

diterima.

 

290.116 Ancaman kepentingan pribadi dapat terjadi ketika program manfaat

pensiun KAP atau Jaringan KAP memiliki kepentingan keuangan

pada klien audit laporan keuangan. Oleh karena itu, signifikansi

setiap ancaman harus dievaluasi dan, jika ancaman tersebut

merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas tidak

signifikan, maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan

dan diterapkan untuk menghilangkan ancaman tersebut atau

menguranginya ke tingkat yang dapat diterima.

290.117 Ketika rekan yang tidak terkait dengan perikatan assurance

maupun keluarga langsungnya, yang berpraktik pada kantor18

yang sama dengan rekan perikatan19 (engagement partner) suatu

klien audit laporan keuangan, memiliki kepentingan keuangan

yang bersifat tidak langsung yang material maupun yang bersifat

langsung pada klien audit tersebut, ancaman kepentingan pribadi

yang dapat terjadi demikian signifikan, sehingga tidak ada satupun

pencegahan yang dapat mengurangi ancaman tersebut ke tingkat

yang dapat diterima. Oleh karena itu, rekan yang tidak terkait

dengan perikatan assurance maupun keluarga langsungnya tidak

boleh memiliki kepentingan keuangan seperti yang dimaksud di

atas pada klien tersebut.

18 Suatu sub kelompok yang dapat dibedakan, baik yang diorganisasi secara geografis

maupun secara lini usaha.

19 Seorang rekan atau personil lain dalam KAP yang: (i) bertanggung jawab atas perikatan

dan kinerjanya, serta atas laporan yang dikeluarkan olehnya atas nama KAP; dan (ii) memiliki

wewenang dari organisasi profesi atau badan pengatur (jika dipersyaratkan).

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

68

290.118 Kantor tempat rekan perikatan berpraktik sehubungan dengan audit

laporan keuangan belum tentu merupakan kantor tempat rekan

tersebut bertugas. Oleh karena itu, ketika rekan perikatan berlokasi

pada kantor yang berbeda dengan anggota lainnya dari tim

assurance, pertimbangan harus dilakukan untuk menentukan lokasi

kantor tempat rekan perikatan berpraktik sehubungan dengan audit

tersebut.

290.119 Ketika rekan dan karyawan manajerial (termasuk anggota keluarga

langsung mereka) yang memberikan jasa profesional selain jasa

assurance kepada klien audit laporan keuangan, kecuali mereka

yang keterlibatannya secara jelas tidak signifikan, memiliki

kepentingan keuangan yang bersifat tidak langsung yang material

maupun yang bersifat langsung pada klien tersebut, ancaman

kepentingan pribadi yang dapat terjadi demikian signifikan,

sehingga tidak ada satupun pencegahan yang dapat mengurangi

ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima. Oleh karena itu,

rekan dan karyawan manajerial (termasuk anggota keluarga

langsung mereka) tidak boleh memiliki kepentingan keuangan

seperti yang dimaksud di atas pada klien tersebut.

290.120 Kepentingan keuangan pada klien audit laporan keuangan yang

dimiliki oleh anggota keluarga langsung dari: (i) rekan yang

berlokasi pada kantor yang sama dengan kantor tempat rekan

perikatan berpraktik sehubungan dengan perikatan audit, atau (ii)

rekan atau karyawan manajerial yang memberikan jasa profesional

selain jasa assurance kepada klien audit laporan keuangan, tidak

menciptakan ancaman yang tidak dapat diterima selama

kepentingan keuangan tersebut diperoleh sehubungan dengan

haknya sebagai karyawan (sebagai contoh, hak atas manfaat

pensiun atau hak atas opsi saham) dan jika diperlukan,

pencegahan yang tepat diterapkan untuk mengurangi ancaman

terhadap independensi ke tingkat yang dapat diterima.

290.121 Ancaman kepentingan pribadi dapat terjadi ketika anggota tim

assurance, KAP, atau Jaringan KAP, serta klien audit laporan

keuangan maupun direktur, pejabat, atau pemilik pengendalinya,

memiliki kepentingan keuangan pada suatu entitas yang sama.

Pelanggaran atas independensi terhadap klien audit laporan

keuangan tidak terjadi jika:

(a) Kepentingan keuangan anggota tim assurance, KAP,

Jaringan KAP, dan klien audit laporan keuangan maupun

direktur, pejabat, atau pemilik pengendalinya, tidak material

pada entitas tersebut di atas; dan

(b) Klien audit laporan keuangan tidak memiliki pengaruh yang

signifikan atas entitas tersebut.

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

69

Ketika kepentingan keuangan pada entitas tersebut di atas

material, baik bagi KAP, Jaringan KAP, atau klien audit laporan

keuangan, dan klien audit laporan keuangan memiliki pengaruh

yang signifikan atas entitas tersebut, tidak ada satupun

pencegahan yang dapat mengurangi ancaman tersebut ke tingkat

yang dapat diterima. Oleh karena itu, KAP dan Jaringan KAP

harus melepaskan kepentingan keuangannya pada entitas tersebut

atau menolak untuk menerima perikatan audit laporan keuangan.

Setiap anggota tim assurance dengan kepentingan keuangan yang

material harus melakukan salah satu dari pencegahan-pencegahan

di bawah ini:

(a) Melepaskan seluruh kepentingan keuangannya;

(b) Melepaskan kepentingan keuangannya dalam jumlah yang

memadai hingga kepentingan keuangan yang tersisa menjadi

tidak lagi material; atau

(c) Mengundurkan diri dari tim perikatan audit laporan keuangan.

Ketentuan yang Hanya Berlaku bagi Klien Assurance Selain

Klien Audit Laporan Keuangan

290.122 Ketika KAP memiliki kepentingan keuangan yang bersifat langsung

pada klien assurance selain klien audit laporan keuangan,

ancaman kepentingan pribadi yang dapat terjadi demikian

signifikan, sehingga tidak ada satupun pencegahan yang dapat

mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima.

Oleh karena itu, satu-satunya tindakan yang tepat agar KAP tetap

dapat melaksanakan perikatannya adalah dengan melepaskan

kepentingan keuangan tersebut.

290.123 Ketika KAP memiliki kepentingan keuangan yang bersifat tidak

langsung yang material pada klien assurance selain klien audit

laporan keuangan, ancaman kepentingan pribadi yang dapat terjadi

demikian signifikan, sehingga tidak ada satupun pencegahan yang

dapat mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat

diterima. Oleh karena itu, satu-satunya tindakan yang tepat agar

KAP tetap dapat melaksanakan perikatannya adalah dengan

melepaskan kepentingan keuangan tersebut, baik secara

keseluruhan maupun dalam jumlah yang memadai hingga

kepentingan keuangan yang tersisa menjadi tidak lagi material.

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

70

290.124 Ketika KAP memiliki kepentingan keuangan yang material pada

suatu entitas yang memiliki kendali atas klien assurance selain

klien audit laporan keuangan, ancaman kepentingan pribadi yang

dapat terjadi demikian signifikan, sehingga tidak ada satupun

pencegahan yang dapat mengurangi ancaman tersebut ke tingkat

yang dapat diterima. Oleh karena itu, satu-satunya tindakan yang

tepat agar KAP tetap dapat melaksanakan perikatannya adalah

dengan melepaskan kepentingan keuangan tersebut, baik secara

keseluruhan maupun dalam jumlah yang memadai hingga

kepentingan keuangan yang tersisa menjadi tidak lagi material.

290.125 Ketika laporan perikatan assurance selain perikatan audit laporan

keuangan yang penggunaannya terbatas diterbitkan, pengecualian

terhadap ketentuan dalam paragraf 290.106 – 290.110, dan

paragraf 290.122 – 290.124, diatur dalam paragraf 290.32 dari

Kode Etik ini.

Pinjaman dan Penjaminan yang Diberikan oleh Klien

Assurance, serta Simpanan yang Ditempatkan pada

Klien Assurance

290.126 Pinjaman atau penjaminan pinjaman yang diberikan kepada KAP

oleh klien assurance yang merupakan bank atau institusi sejenis

tidak akan menimbulkan ancaman terhadap independensi jika

pinjaman atau penjaminan tersebut diberikan melalui prosedur,

kondisi, dan persyaratan yang lazim, dan jumlah pinjaman tersebut

tidak material bagi KAP dan klien assurance. Ketika pinjaman

tersebut ternyata material bagi klien assurance dan KAP, ancaman

kepentingan pribadi yang terjadi mungkin dapat dikurangi ke tingkat

yang dapat diterima melalui penerapan pencegahan yang tepat.

Pencegahan tersebut dapat dilakukan dengan melibatkan Praktisi

di luar KAP atau Jaringan KAP untuk menelaah hasil pekerjaan

yang telah dilakukan.

290.127 Pinjaman atau penjaminan pinjaman yang diberikan oleh klien

assurance yang merupakan bank atau institusi sejenis kepada

anggota tim assurance maupun anggota keluarga langsungnya

tidak akan menimbulkan ancaman terhadap independensi jika

pinjaman atau penjaminan tersebut diberikan berdasarkan

prosedur, kondisi, dan persyaratan yang lazim. Sebagai contoh,

pinjaman kepemilikan rumah, pinjaman cerukan, pinjaman

kepemilikan kendaraan, dan pinjaman melalui penggunaan kartu

kredit.

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

71

290.128 Sama halnya dengan pinjaman atau penjaminan pinjaman,

simpanan atau brokerage account milik anggota tim assurance atau

KAP yang terdapat pada klien assurance yang merupakan bank,

broker, atau institusi sejenis, tidak menimbulkan ancaman terhadap

independensi jika simpanan atau brokerage account tersebut dibuat

berdasarkan prosedur, kondisi, dan persyaratan yang lazim.

290.129 Ketika anggota tim assurance atau KAP memberikan pinjaman

kepada klien assurance yang bukan merupakan bank atau insititusi

sejenis, atau memberikan penjaminan pinjaman kepada klien

assurance, ancaman kepentingan pribadi yang dapat terjadi

demikian signifikan, sehingga tidak ada satupun pencegahan yang

dapat mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat

diterima, kecuali jika pinjaman atau penjaminan tersebut tidak

material, baik bagi anggota tim assurance atau KAP maupun klien

assurance.

290.130 Demikian pula, ketika anggota tim assurance atau KAP menerima

pinjaman dari, atau memiliki pinjaman yang dijamin oleh, klien

assurance yang bukan merupakan bank atau institusi sejenis,

ancaman kepentingan pribadi yang dapat terjadi demikian

signifikan, sehingga tidak ada satupun pencegahan yang dapat

mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima,

kecuali jika pinjaman atau penjaminan tersebut tidak material, baik

bagi anggota tim assurance atau KAP maupun klien assurance.

290.131 Contoh-contoh yang diberikan pada paragraf 290.126 – 290.130

dari Kode Etik ini berkaitan dengan hubungan pinjaman dan

penjaminan pinjaman yang dilakukan antara KAP dengan klien

assurance. Dalam perikatan audit laporan keuangan, seluruh

ketentuan di atas harus diterapkan pada KAP, Jaringan KAP, dan

klien audit laporan keuangan.

Hubungan Bisnis yang Dekat dengan Klien Assurance

290.132 Hubungan bisnis yang dekat antara anggota tim assurance atau

KAP dengan klien assurance maupun manajemennya, atau antara

KAP atau Jaringan KAP dengan klien audit laporan keuangan, akan

melibatkan kepentingan keuangan yang bersifat komersial atau

bersifat umum, serta dapat menimbulkan ancaman kepentingan

pribadi dan acaman intimidasi. Di bawah ini diberikan contohcontoh

dari hubungan tersebut:

(a) Memiliki kepentingan keuangan yang material dalam suatu

usaha patungan (joint venture) dengan klien assurance

maupun pemilik pengendali, direktur, pejabat, atau personil

lainnya yang melakukan fungsi manajerial senior.

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

72

(b) Melakukan pengaturan atau perjanjian untuk menggabungkan

satu atau lebih jasa atau produk dari KAP dengan satu atau

lebih jasa atau produk dari klien assurance, serta

memasarkan paket jasa atau produk tersebut dengan

menggunakan nama kedua pihak tersebut.

(c) Melakukan pengaturan atau perjanjian distribusi atau

pemasaran dengan klien assurance, dan KAP bertindak

sebagai distributor atau fungsi pemasaran dari produk atau

jasa yang dihasilkan oleh klien assurance, atau sebaliknya.

Untuk klien audit laporan keuangan, tidak ada satupun pencegahan

yang dapat mengurangi ancaman terhadap independensi ke tingkat

yang dapat diterima, kecuali jika kepentingan keuangan yang

terjadi tidak material dan hubungan tersebut tidak signifikan, baik

bagi KAP atau Jaringan KAP maupun klien audit laporan keuangan.

Untuk klien assurance selain klien audit laporan keuangan, tidak

ada satupun pencegahan yang dapat mengurangi ancaman

terhadap independensi ke tingkat yang dapat diterima, kecuali jika

kepentingan keuangan yang terjadi tidak material dan hubungan

tersebut secara jelas tidak signifikan, baik bagi KAP maupun klien

assurance tersebut.

Oleh karena itu, pencegahan yang harus dilakukan agar KAP tetap

dapat melaksanakan perikatannya sehubungan dengan kedua

situasi tersebut di atas adalah dengan melakukan tindakantindakan

sebagai berikut:

(a) Memutuskan hubungan bisnis dengan klien assurance;

(b) Mengurangi besaran hubungan bisnis sedemikian rupa

sehingga kepentingan keuangan setelahnya menjadi tidak

lagi material dan hubungan tersebut secara jelas menjadi

tidak lagi signifikan; atau

(c) Menolak untuk menerima atau melanjutkan perikatan

assurance.

(d) Mengeluarkan personil yang bersangkutan dari tim

assurance.

290.133 Dalam perikatan audit laporan keuangan, suatu hubungan bisnis

yang terjadi yang mengakibatkan KAP, Jaringan KAP, atau anggota

tim assurance maupun keluarga langsungnya, dan klien audit

laporan keuangan maupun direktur, pejabat, atau kelompok

usahanya memiliki kepentingan yang sama pada suatu entitas

selain Emiten, tidak menimbulkan ancaman terhadap independensi

selama:

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

73

(a) Hubungan tersebut secara jelas tidak signifikan, baik bagi

KAP atau Jaringan KAP maupun klien audit laporan

keuangan;

(b) Kepentingan yang dimiliki tidak material terhadap investor

atau kelompok investor; dan

(c) Kepentingan yang dimiliki tidak memungkinkan investor atau

kelompok investor untuk mengendalikan entitas selain Emiten

tersebut.

290.134 Pembelian barang atau jasa dari klien assurance oleh anggota tim

assurance, KAP, atau Jaringan KAP tidak menimbulkan ancaman

terhadap independensi selama transaksi tersebut dilakukan

berdasarkan prosedur, kondisi, dan persyaratan yang lazim.

Namun demikian, transaksi tersebut mungkin memiliki sifat atau

besaran yang sedemikian rupa yang dapat menimbulkan ancaman

kepentingan pribadi. Jika ancaman yang terjadi merupakan

ancaman selain ancaman yang secara jelas tidak signifikan, maka

pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan

untuk mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat

diterima. Pencegahan tersebut mencakup antara lain:

(a) Menghapus atau mengurangi besaran transaksi;

(b) Mengeluarkan personil yang bersangkutan dari tim

assurance;

(c) Mendiskusikan hal-hal yang terkait dengan transaksi tersebut

dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola

perusahaan, seperti komite audit.

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

74

Hubungan Keluarga dan Hubungan Pribadi dengan

Klien Assurance

290.135 Hubungan keluarga dan hubungan pribadi yang terjadi antara

anggota tim assurance dengan karyawan tertentu (tergantung

perannya dalam klien assurance), direktur, atau pejabat klien

assurance dapat menimbulkan ancaman kepentingan pribadi,

ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi. Beragamnya situasi

ancaman yang dapat terjadi sehubungan dengan hubungan

tersebut menyebabkan tidak dimungkinkannya pengilustrasian

setiap situasi ancaman dalam Seksi ini. Signifikansi setiap

ancaman akan tergantung dari sejumlah faktor, termasuk tanggung

jawab personil dalam perikatan assurance, kedekatan hubungan

yang terjadi, dan peran anggota keluarga atau personil lain dalam

klien assurance. Sebagai akibatnya, terdapat beragam situasi

yang harus dievaluasi beserta pencegahan yang harus diterapkan

untuk mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat

diterima.

290.136 Ketika anggota keluarga langsung dari anggota tim assurance

merupakan direktur, pejabat, atau karyawan klien assurance yang

dalam kedudukannya memiliki pengaruh langsung dan signifikan

atas informasi hal pokok dari perikatan assurance, atau yang

berada dalam kedudukan tersebut selama periode yang tercakup

dalam perikatan, ancaman terhadap independensi yang dapat

terjadi demikian signifikan mengingat kedekatan hubungan

tersebut. Oleh karena itu, satu-satunya pencegahan yang tepat

untuk mengurangi ancaman ke tingkat yang dapat diterima adalah

dengan mengeluarkan personil tersebut dari tim assurance. Jika

penerapan pencegahan tidak dilakukan, maka satu-satunya

tindakan yang tepat adalah dengan mengundurkan diri dari

perikatan assurance. Sebagai contoh, dalam suatu perikatan audit

laporan keuangan, ketika suami atau istri dari anggota tim

assurance merupakan karyawan klien audit laporan keuangan yang

dalam kedudukannya memiliki pengaruh langsung dan signifikan

atas penyiapan catatan akuntansi atau laporan keuangan,

ancaman terhadap independensi hanya dapat dikurangi ke tingkat

yang dapat diterima dengan mengeluarkan personil yang

bersangkutan dari tim assurance.

290.137 Ancaman terhadap independensi dapat terjadi ketika anggota

keluarga langsung dari anggota tim assurance merupakan

karyawan klien assurance yang dalam kedudukannya memiliki

pengaruh langsung dan signifikan atas hal pokok dari perikatan

assurance. Signifikansi setiap ancaman akan tergantung dari

faktor-faktor sebagai berikut:

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

75

(a) Kedudukan anggota keluarga langsung dari anggota tim

assurance pada klien assurance; dan

(b) Peran anggota tim assurance yang bersangkutan dalam

perikatan assurance.

Signifikansi setiap ancaman harus dievaluasi dan, jika ancaman

tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas

tidak signifikan, maka pencegahan yang tepat harus

dipertimbangkan dan diterapkan untuk mengurangi ancaman

tersebut ke tingkat yang dapat diterima. Pencegahan tersebut

mencakup antara lain:

(a) Mengeluarkan anggota tim assurance yang bersangkutan dari

tim assurance;

(b) Mengatur tanggung jawab anggota tim assurance sedemikian

rupa, sehingga anggota tim assurance yang bersangkutan

tidak terlibat dengan hal-hal yang menjadi tanggung jawab

anggota keluarga langsungnya; atau

(c) Menetapkan kebijakan dan prosedur yang mendorong staf

KAP untuk berkomunikasi dengan pejabat senior KAP

mengenai isu independensi dan objektivitas yang menjadi

perhatian mereka.

290.138 Ancaman terhadap independensi dapat terjadi ketika anggota

keluarga dekat dari anggota tim assurance merupakan direktur,

pejabat, atau karyawan dari klien assurance yang dalam

kedudukannya memiliki pengaruh langsung dan signifikan atas

informasi hal pokok dari perikatan assurance. Signifikansi setiap

ancaman akan tergantung dari faktor-faktor sebagai berikut:

(a) Kedudukan anggota keluarga dekat dari anggota tim

assurance pada klien assurance; dan

(b) Peran anggota tim assurance yang bersangkutan dalam

perikatan assurance.

Signifikansi setiap ancaman harus dievaluasi dan, jika ancaman

tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas

tidak signifikan, maka pencegahan yang tepat harus

dipertimbangkan dan diterapkan untuk mengurangi ancaman

tersebut ke tingkat yang dapat diterima. Pencegahan tersebut

mencakup antara lain:

(a) Mengeluarkan anggota tim assurance yang bersangkutan dari

tim assurance;

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

76

(b) Mengatur tanggung jawab anggota tim assurance sedemikian

rupa, sehingga anggota tim assurance yang bersangkutan

tidak terlibat dengan hal-hal yang menjadi tanggung jawab

anggota keluarga dekatnya; atau

(c) Menetapkan kebijakan dan prosedur yang mendorong staf

KAP untuk berkomunikasi dengan pejabat senior KAP

mengenai isu independensi dan objektivitas yang menjadi

perhatian mereka.

290.139 Sebagai tambahan, ancaman kepentingan pribadi, ancaman

kedekatan, atau ancaman intimidasi dapat terjadi ketika individu,

yang merupakan anggota keluarga selain anggota keluarga

langsung atau anggota keluarga dekat dari tim assurance, memiliki

hubungan dekat dengan anggota dari tim assurance, dan individu

tersebut merupakan direktur, pejabat, atau karyawan dari klien

assurance yang dalam kedudukannya memiliki pengaruh langsung

dan signifikan atas informasi hal pokok dari perikatan assurance.

Oleh karena itu, anggota tim assurance bertanggung jawab untuk

mengidentifikasi individu tersebut dan berkonsultasi sesuai dengan

prosedur yang diterapkan oleh KAP.

Pengevaluasian signifikansi setiap ancaman yang terjadi dan

pencegahan yang tepat untuk menghilangkan ancaman tersebut

atau menguranginya sampai ke tingkat yang dapat diterima

mencakup pertimbangan terhadap hal-hal seperti tingkat kedekatan

hubungan dan peran individu dalam klien assurance.

290.140 Pertimbangan harus dilakukan atas ancaman kepentingan pribadi,

ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi yang terjadi dari

hubungan pribadi atau hubungan keluarga antara rekan atau

karyawan KAP yang bukan merupakan anggota tim assurance

dengan direktur, pejabat, atau karyawan klien assurance yang

dalam kedudukannya memiliki pengaruh langsung dan signifikan

atas informasi hal pokok dari perikatan assurance. Oleh karena itu,

setiap rekan dan karyawan KAP bertanggung jawab untuk

mengidentifikasi hubungan tersebut dan melakukan konsultasi

sesuai dengan prosedur yang diterapkan oleh KAP.

Pengevaluasian signifikansi setiap ancaman yang terjadi dan

pencegahan yang tepat untuk menghilangkan ancaman tersebut

atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima mencakup

pertimbangan atas hal-hal seperti tingkat kedekatan hubungan,

interaksi personil yang bukan merupakan anggota tim assurance

dengan anggota tim assurance, kedudukan personil tersebut dalam

KAP, dan peran personil klien assurance tersebut.

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

77

290.141 Pelanggaran yang tidak disengaja atas ketentuan dalam Seksi ini

yang terkait dengan hubungan keluarga atau hubungan pribadi

tidak memengaruhi independensi anggota tim assurance atau KAP

selama KAP:

(a) Menetapkan kebijakan dan prosedur yang mengharuskan

seluruh personilnya untuk melaporkan sesegera mungkin

kepada KAP mengenai pelanggaran yang terjadi sebagai

akibat dari perubahan status kepegawaian dari anggota

keluarga langsung atau keluarga dekatnya, atau hubungan

pribadi lainnya yang dapat menimbulkan ancaman terhadap

independensi;

(b) Mengatur tanggung jawab tim assurance sedemikian rupa,

sehingga personil KAP yang bersangkutan tidak terlibat

dengan hal-hal yang menjadi tanggung jawab dari personil

klien assurance yang mempunyai hubungan pribadi

dengannya, atau jika hal ini tidak dimungkinkan,

mengeluarkan personil KAP yang bersangkutan dari tim

assurance; dan

(c) Memberikan perhatian lebih dalam menelaah hasil pekerjaan

personil KAP yang bersangkutan.

290.142 Ketika terjadi pelanggaran yang tidak disengaja atas ketentuan

dalam Seksi ini yang berkaitan dengan hubungan keluarga atau

hubungan pribadi, KAP harus mempertimbangkan penerapan

pencegahan yang tepat. Pencegahan tersebut mencakup antara

lain:

(a) Melibatkan Praktisi lainnya yang tidak terlibat dalam perikatan

assurance untuk menelaah hasil pekerjaan yang telah

dilakukan oleh personil KAP yang bersangkutan, atau untuk

memberikan saran yang diperlukan; atau

(b) Tidak melibatkan personil KAP yang bersangkutan dalam

pengambilan keputusan yang substantif yang berkaitan

dengan perikatan assurance.

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

78

Personil KAP yang Bergabung dengan Klien

Assurance

290.143 Independensi anggota tim assurance atau KAP dapat terancam

ketika direktur, pejabat, atau karyawan klien assurance yang dalam

kedudukannya memiliki pengaruh langsung dan signifikan atas

informasi hal pokok dari perikatan assurance, pernah menjadi

anggota tim assurance atau rekan KAP. Situasi seperti ini dapat

menimbulkan ancaman kepentingan pribadi, ancaman kedekatan,

atau ancaman intimidasi, terutama ketika hubungan yang signifikan

tetap terjadi antara individu tersebut dengan KAP tempatnya

bekerja sebelumnya. Demikian pula, independensi dapat terancam

ketika anggota tim assurance mengetahui atau mempunyai alasan

untuk menyakini kemungkinannya untuk bergabung dengan klien

assurance di kemudian hari.

290.144 Ketika anggota tim assurance, rekan, atau sebelumnya pernah

menjadi rekan dari KAP telah bergabung dengan klien assurance,

signifikansi setiap ancaman kepentingan pribadi, ancaman

kedekatan, atau ancaman intimidasi yang terjadi akan tergantung

dari faktor-faktor sebagai berikut:

(a) Kedudukan individu tersebut dalam klien assurance.

(b) Lingkup keterlibatan yang akan terjadi antara individu tersebut

dengan tim assurance.

(c) Lamanya jangka waktu yang telah berlalu sejak individu

tersebut tidak lagi menjadi bagian dari tim asssurance atau

KAP.

(d) Posisi sebelumnya dari individu tersebut dalam tim assurance

atau KAP.

Signifikansi setiap ancaman harus dievaluasi dan, jika ancaman

tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas

tidak signifikan, maka pencegahan yang tepat harus

dipertimbangkan dan diterapkan untuk mengurangi ancaman

tersebut ke tingkat yang dapat diterima. Pencegahan tersebut

mencakup antara lain:

(a) Mempertimbangkan kelayakan atau kebutuhan untuk

memodifikasi rencana kerja perikatan assurance;

(b) Menugaskan tim assurance yang setidaknya memiliki

pengalaman yang setara dengan pengalaman individu

tersebut untuk perikatan assurance selanjutnya;

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

79

(c) Melibatkan Praktisi lainnya yang tidak terlibat dalam perikatan

assurance untuk menelaah hasil pekerjaan yang telah

dilakukan oleh personil KAP yang bersangkutan, atau untuk

memberikan saran yang diperlukan; atau

(d) Menelaah pengendalian mutu perikatan20 assurance.

Umumnya seluruh pencegahan di bawah ini diperlukan untuk

mengurangi ancaman terhadap independensi ke tingkat yang dapat

diterima:

(a) Individu yang bersangkutan tidak berhak atas keuntungan

atau pembayaran dari KAP, kecuali yang dilakukan

berdasarkan suatu pengaturan atau perjanjian di muka dan

bersifat tetap (fixed pre-determined arragements). Selain itu,

jumlah yang terutang kepada individu tersebut tidak boleh

signifikan.

(b) Individu yang bersangkutan tidak boleh lagi terlibat, atau

memberikan kesan terlibat, dalam kegiatan bisnis atau

kegiatan profesional KAP.

290.145 Ancaman kepentingan pribadi dapat terjadi ketika anggota tim

assurance yang melakukan perikatan assurance mengetahui atau

mempunyai alasan untuk menyakini kemungkinannya untuk

bergabung dengan klien assurance di kemudian hari. Ancaman

terhadap independensi dapat dikurangi ke tingkat yang dapat

diterima dengan menerapkan semua pencegahan sebagai berikut:

(a) Menetapkan kebijakan dan prosedur yang mengharuskan

personil KAP untuk memberitahukan sesegera mungkin

kepada KAP mengenai negosiasi peluang kerja pada klien

assurance yang akan terjadi atau sedang berlangsung;

(b) Tidak melibatkan personil KAP tersebut dalam perikatan

assurance. Selain itu, KAP harus mempertimbangkan juga

untuk menelaah secara independen pertimbangan signifikan

yang dibuat oleh personil KAP tersebut selama dalam

perikatan assurance.

20 Suatu proses yang dirancang untuk memberikan suatu evaluasi secara objektif (sebelum

dikeluarkannya laporan) atas pertimbangan signifikan yang dibuat dan kesimpulan yang

diputuskan oleh tim perikatan yang mendasari laporan tersebut.

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

80

Personil Klien Assurance yang Bergabung dengan

KAP

290.146 Ancaman kepentingan pribadi, ancaman telaah pribadi, dan

ancaman kedekatan dapat terjadi ketika mantan pejabat, direktur,

atau karyawan klien assurance bergabung dengan KAP dan

menjadi bagian dari tim assurance, sebagai contoh, ketika anggota

tim assurance harus menerbitkan laporan assurance atas informasi

hal pokok atau elemen laporan keuangan yang sebelumnya

menjadi tanggung jawab mantan personil tersebut.

290.147 Ketika anggota tim assurance sebelumnya merupakan direktur,

pejabat, atau karyawan klien assurance yang dalam kedudukannya

memiliki pengaruh langsung dan signifikan atas informasi hal pokok

dari perikatan assurance selama periode yang tercakup dalam

laporan assurance, ancaman terhadap independensi yang dapat

terjadi demikian signifikan, sehingga tidak ada satupun pencegahan

yang dapat mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat

diterima. Oleh karena itu, anggota tim assurance tersebut di atas

tidak boleh dilibatkan dalam perikatan assurance.

290.148 Ancaman kepentingan pribadi, ancaman telaah pribadi, atau

ancaman kedekatan dapat terjadi ketika anggota tim assurance

sebelumnya merupakan direktur, pejabat, atau karyawan klien

assurance yang dalam kedudukannya memiliki pengaruh langsung

dan signifikan atas informasi hal pokok dari perikatan assurance

sebelum periode yang tercakup dalam laporan assurance, sebagai

contoh, ancaman dapat terjadi ketika tim assurance harus

mengevaluasi keputusan yang dibuat atau pekerjaan yang

dilakukan oleh anggota tim assurance tersebut di atas ketika masih

menjadi bagian dari klien assurance.

Signifikansi setiap ancaman akan tergantung dari faktor-faktor

sebagai berikut:

(a) Kedudukan individu tersebut dalam klien assurance.

(b) Lamanya waktu yang telah berlalu sejak individu tersebut

tidak lagi menjadi bagian dari klien assurance; dan

(c) Peran individu tersebut dalam tim assurance.

Signifikansi setiap ancaman harus dievaluasi dan, jika ancaman

tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas

tidak signifikan, maka pencegahan yang tepat harus

dipertimbangkan dan diterapkan untuk mengurangi ancaman

tersebut ke tingkat yang dapat diterima. Pencegahan tersebut

mencakup antara lain:

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

81

(a) Melibatkan Praktisi lainnya untuk menelaah hasil pekerjaan

yang telah dilakukan atau untuk memberikan saran yang

diperlukan; atau

(b) Mendiskusikan ancaman tersebut dengan pihak yang

bertanggung jawab atas tata kelola perusahaan, seperti

komite audit.

Rangkap Jabatan Personil KAP sebagai Direktur atau

Pejabat Klien Assurance

290.149 Ketika rekan atau karyawan KAP juga merupakan direktur atau

pejabat klien assurance, ancaman telaah pribadi atau ancaman

kepentingan pribadi yang dapat terjadi demikian signifikan,

sehingga tidak ada satupun pencegahan yang dapat mengurangi

ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima. Dalam perikatan

audit laporan keuangan, ketika rekan atau karyawan KAP atau

Jaringan KAP juga merupakan direktur atau pejabat klien audit

laporan keuangan, ancaman yang dapat terjadi demikian signifikan,

sehingga tidak ada satupun pencegahan yang dapat mengurangi

ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima. Oleh karena itu,

satu-satunya tindakan yang tepat agar KAP tetap dapat

melaksanakan perikatannya adalah dengan menolak untuk

menerima atau melanjutkan pelaksanaan, atau bahkan

mengundurkan diri dari, perikatan assurance.

290.150 Kewajiban sebagai sekretaris perusahaan (corporate secretary)

sangat beragam, yaitu mulai dari kewajiban yang bersifat

administratif, seperti mengelola sumber daya manusia atau

memelihara catatan akuntansi, hingga kewajiban lainnya, seperti

memastikan kepatuhan perusahaan pada ketentuan hukum dan

peraturan yang berlaku atau untuk memberikan saran mengenai

tata kelola perusahaan.

Ancaman telaah pribadi atau ancaman advokasi dapat terjadi ketika

personil KAP merangkap jabatan sebagai sekretaris perusahaan

klien assurance, karena situasi tersebut dapat mengesankan

hubungan yang dekat antara KAP dengan klien assurance.

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

82

290.151 Ketika rekan atau karyawan KAP atau Jaringan KAP juga

merupakan sekretaris perusahaan pada klien audit laporan

keuangan, ancaman telaah pribadi atau ancaman advokasi yang

dapat terjadi demikian signifikan, sehingga tidak ada satupun

pencegahan yang dapat mengurangi ancaman tersebut ke tingkat

yang dapat diterima. Jika rangkap jabatan sebagai sekretaris

perusahaan tersebut diperbolehkan oleh ketentuan hukum atau

peraturan dan praktik profesi yang berlaku, maka kewajiban dan

fungsi sebagai sekretaris perusahaan tersebut harus terbatas pada

pekerjaan administratif yang bersifat rutin dan formal, seperti

penyiapan notulen rapat dan pemeliharaan catatan dan dokumen

yang diwajibkan.

290.152 Pada umumnya jasa administratif yang bersifat rutin dalam

mendukung fungsi kesekretariatan perusahaan maupun jasa

advisory yang terkait dengan administrasi kesekretariatan

perusahaan yang diberikan kepada klien assurance tidak

mengurangi independensi selama manajemen klien assurance

bertanggung jawab atas semua keputusan yang relevan yang

dibuat.

Keterkaitan yang Cukup Lama antara Personil Senior

KAP dengan Klien Assurance

Ketentuan Umum

290.153 Ancaman kedekatan dapat terjadi ketika personil senior yang sama

digunakan dalam perikatan assurance untuk suatu periode yang

cukup lama. Signifikansi setiap ancaman yang terjadi akan

tergantung dari faktor-faktor sebagai berikut:

(a) Lamanya personil tersebut sebagai anggota tim assurance;

(b) Peran personil tersebut dalam tim assurance;

(c) Struktur KAP; dan

(d) Sifat perikatan assurance.

Signifikansi setiap ancaman harus dievaluasi dan, jika ancaman

tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas

tidak signifikan, maka pencegahan yang tepat harus

dipertimbangkan dan diterapkan untuk mengurangi ancaman

tersebut ke tingkat yang dapat diterima. Pencegahan tersebut

mencakup antara lain:

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

83

(a) Merotasi personil tersebut dengan mengeluarkannya dari tim

assurance;

(b) Melibatkan Praktisi lainnya yang bukan merupakan anggota

tim assurance untuk menelaah hasil pekerjaan yang telah

dilakukan oleh personil tersebut atau untuk memberikan

saran yang diperlukan; atau

(c) Melakukan penelaahan mutu internal secara independen.

Klien Audit Laporan Keuangan yang Merupakan Emiten

290.154 Penggunaan rekan perikatan atau personil KAP yang bertanggung

jawab atas pengendalian mutu yang sama atas perikatan audit

laporan keuangan untuk suatu periode yang cukup lama dapat

menimbulkan ancaman kedekatan. Ancaman tersebut sangat

relevan dalam audit laporan keuangan Emiten. Oleh karena itu,

pencegahan yang tepat harus diterapkan untuk mengurangi

ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima. Pencegahan

tersebut mencakup antara lain:

(a) Merotasi rekan perikatan dan personil KAP yang bertanggung

jawab atas pengendalian mutu perikatan setelah

melaksanakan perikatannya, baik sebagai salah satu dari

kedua fungsi tersebut di atas maupun kombinasi dari

keduanya, selama suatu periode yang telah ditentukan

sebelumnya, yang umumnya tidak lebih dari tujuh tahun; dan

(b) Tidak memperbolehkan personil yang dirotasi tersebut terlibat

dalam perikatan audit laporan keuangan tersebut hingga

terlewatinya suatu periode tertentu sejak keterlibatan

terakhirnya (cooling-off period), yang umumnya dua tahun.

290.155 Ketika klien audit laporan keuangan menjadi Emiten, lamanya

jangka waktu yang telah dijalani oleh rekan perikatan atau personil

KAP yang bertanggung jawab atas pengendalian mutu perikatan

harus dipertimbangkan dalam menentukan saat dirotasinya personil

tersebut. Namun demikian, personil tersebut tetap dapat

melanjutkan fungsinya sebagai rekan perikatan atau personil yang

bertanggung jawab atas pengendalian mutu perikatan selama dua

tahun berikutnya sebelum personil tersebut harus dirotasi.

290.156 Rekan perikatan dan personil yang bertanggung jawab atas

pengendalian mutu perikatan harus dirotasi setelah melaksanakan

perikatan selama suatu periode yang telah ditentukan sebelumnya.

Namun demikian, toleransi atas jangka waktu rotasi mungkin

diperlukan dalam situasi-situasi tertentu, sebagai contoh:

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

84

(a) Ketika keberlanjutan dari personil tersebut dalam perikatan

sangat penting bagi klien audit laporan keuangan, seperti

ketika terjadi perubahan besar atas struktur klien yang terjadi

pada saat yang sama dengan rotasi personil tersebut; dan

(b) Ketika rotasi tidak dimungkinkan atau bukan merupakan

pencegahan yang tepat sebagai akibat dari ukuran KAP.

Dalam hal ini, jika personil tersebut tidak dirotasi setelah suatu

periode yang telah ditentukan sebelumnya, maka pencegahan yang

tepat harus diterapkan untuk mengurangi ancaman tersebut ke

tingkat yang dapat diterima.

290.157 Ketika KAP hanya memiliki beberapa personil yang memiliki

pengetahuan dan pengalaman yang relevan sebagai rekan

perikatan atau personil KAP yang bertanggung jawab atas

pengendalian mutu perikatan dalam audit laporan keuangan

Emiten, rotasi mungkin bukan merupakan pencegahan yang tepat.

Dalam hal ini, KAP harus menerapkan pencegahan yang lain untuk

mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima.

Pencegahan tersebut mencakup antara lain melibatkan Praktisi

lainnya yang bukan merupakan anggota tim assurance untuk

menelaah hasil pekerjaan yang telah dilakukan atau untuk

memberikan saran yang diperlukan. Praktisi lainnya tersebut dapat

merupakan seorang individu dalam KAP yang tidak terkait dengan

tim assurance maupun seorang individu dari luar KAP.

Pemberian Jasa Profesional selain Jasa Assurance

kepada Klien Assurance

Pendahuluan

290.158 Sejak dahulu, KAP atau Jaringan KAP telah memberikan berbagai

jasa profesional selain jasa assurance kepada klien assurance

sesuai dengan kompetensi dan keahliannya. Pada umumnya, klien

assurance sangat memperoleh manfaat dari berbagai jasa tersebut.

Selain itu, pemberian jasa profesional selain jasa assurance

seringkali membantu tim assurance dalam memperoleh informasi

mengenai bisnis dan kegiatan usaha klien assurance yang berguna

untuk perikatan assurance. Semakin luas pengetahuan mengenai

bisnis klien assurance, semakin baik pemahaman tim assurance

atas prosedur dan pengendalian yang terdapat pada klien

assurance, serta risiko bisnis dan risiko keuangan yang

dihadapinya.

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

85

Namun demikian, pemberian jasa profesional selain jasa assurance

dapat menimbulkan ancaman terhadap independensi anggota tim

assurance, KAP, atau Jaringan KAP, terutama hal-hal yang dapat

memberikan kesan sebagai suatu ancaman (perceived threats).

Oleh karena itu, pengevaluasian signifikansi setiap ancaman yang

dapat terjadi dari pemberian jasa profesional selain jasa assurance

harus dilakukan. Pada situasi tertentu, ancaman tersebut dapat

dihilangkan atau dikurangi ke tingkat yang dapat diterima dengan

menerapkan pencegahan yang tepat. Namun demikian, hal

tersebut mungkin saja tidak terjadi pada situasi lainnya, karena

tidak tersedianya pencegahan yang tepat.

290.159 Pada umumnya, kegiatan-kegiatan di bawah ini dapat menimbulkan

ancaman kepentingan pribadi atau ancaman telaah pribadi yang

demikian signifikan, sehingga satu-satunya tindakan yang tepat

adalah dengan menghindari kegiatan tersebut atau menolak untuk

menerima atau melanjutkan perikatan assurance:

(a) Memberikan persetujuan, melaksanakan, atau menyelesaikan

suatu transaksi, atau mewakili klien assurance dalam

melaksanakan suatu kewenangan atau bahkan memiliki

kewenangan untuk mewakili klien assurance dalam

melaksanakan kewenangan tersebut.

(b) Menentukan suatu pilihan rekomendasi yang harus

diterapkan dari sejumlah usulan rekomendasi yang diberikan

oleh KAP atau Jaringan KAP.

(c) Melaksanakan fungsi manajemen dengan melaporkan hal-hal

yang relevan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata

kelola perusahaan.

290.160 Contoh-contoh yang terdapat pada paragraf 290.166 – 290.205 dari

Kode Etik ini memberikan ilustrasi mengenai pemberian jasa

profesional selain jasa assurance kepada klien assurance. Potensi

ancaman terhadap independensi akan sering terjadi ketika jasa

profesional selain jasa assurance diberikan kepada klien audit

laporan keuangan. Laporan keuangan (informasi hal pokok) dari

suatu entitas memberikan informasi keuangan mengenai transaksi

dan kejadian yang memengaruhi entitas tersebut. Namun

demikian, informasi hal pokok dari perikatan assurance selain

perikatan audit laporan keuangan mungkin terbatas berdasarkan

sifatnya.

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

86

Ancaman terhadap independensi dapat terjadi juga ketika KAP

memberikan jasa profesional selain jasa assurance yang terkait

dengan informasi hal pokok dari perikatan assurance selain

perikatan audit laporan keuangan. Pada situasi tersebut,

pertimbangan harus dilakukan terhadap signifikansi keterlibatan

KAP atau Jaringan KAP dengan informasi hal pokok dari perikatan

tersebut, yaitu mengenai ada tidaknya ancaman telaah pribadi dan

dapat tidaknya ancaman tersebut (jika ada) dikurangi ke tingkat

yang dapat diterima dengan menerapkan pencegahan yang tepat,

atau harus tidaknya perikatan tersebut ditolak. Ketika jasa

profesional selain jasa assurance tidak terkait dengan informasi hal

pokok dari perikatan assurance selain perikatan audit laporan

keuangan, ancaman terhadap independensi umumnya merupakan

ancaman yang secara jelas tidak signifikan.

290.161 Kegiatan-kegiatan di bawah ini dapat menimbulkan juga ancaman

telaah pribadi atau ancaman kepentingan pribadi:

(a) Menyimpan aset milik klien assurance.

(b) Melakukan penyeliaan atas pelaksanaan kegiatan rutin

karyawan klien assurance .

(c) Menyiapkan dokumen atau data pendukung transaksi, baik

dalam bentuk elektronik maupun bentuk lainnya, yang

membuktikan terjadinya suatu transaksi (sebagai contoh,

pesanan pembelian, catatan waktu kerja untuk penggajian,

dan pesanan penjualan).

Signifikansi setiap ancaman yang terjadi harus dievaluasi dan, jika

ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang

secara jelas tidak signifikan, maka pencegahan yang tepat harus

dipertimbangkan dan diterapkan untuk menghilangkan ancaman

tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima.

Pencegahan tersebut mencakup antara lain:

(a) Menetapkan pengaturan sedemikian rupa sehingga personil

KAP atau Jaringan KAP yang memberikan jasa profesional

selain jasa assurance tidak terlibat dalam perikatan

assurance;

(b) Melibatkan Praktisi lainnya untuk memberikan saran

mengenai implikasi dari kegiatan yang dapat menimbulkan

ancaman terhadap independensi tim assurance dan KAP;

atau

(c) Melakukan pencegahan yang relevan lainnya berdasarkan

ketentuan hukum atau peraturan dan praktik profesi yang

berlaku.

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

87

290.162 Perkembangan terkini dalam bisnis, evolusi dalam pasar keuangan,

perubahan yang cepat dalam teknologi informasi, beserta

dampaknya bagi manajemen dan pengendalian, menyebabkan

tidak dimungkinkannya untuk membuat suatu daftar lengkap

mengenai setiap situasi yang dapat menimbulkan ancaman

terhadap independensi dan pencegahan yang tepat yang dapat

menghilangkan ancaman tersebut atau menguranginya ke tingkat

yang dapat diterima, dalam pemberian jasa profesional selain jasa

assurance kepada klien assurance. Namun demikian, pada

umumnya KAP atau Jaringan KAP tetap dapat memberikan jasa

profesional selain jasa assurance kepada klien assurance selama

ancaman terhadap independensi telah dikurangi ke tingkat yang

dapat diterima.

290.163 Pencegahan-pencegahan di bawah ini dapat mengurangi ancaman

ke tingkat yang dapat diterima yang terjadi dari pemberian jasa

profesional selain jasa assurance kepada klien assurance:

(a) Menetapkan kebijakan dan prosedur yang melarang tenaga

profesional KAP atau Jaringan KAP untuk membuat

keputusan manajemen bagi klien assurance atau mengambil

tanggung jawab atas keputusan tersebut.

(b) Mendiskusikan hal-hal yang terkait dengan independensi

dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola

perusahaan, seperti komite audit.

(c) Menetapkan kebijakan mengenai tanggung jawab

pengawasan dalam pemberian jasa profesional selain jasa

assurance bagi klien assurance.

(d) Melibatkan Praktisi lainnya untuk memberikan saran atas

implikasi dari pelaksanaan perikatan selain perikatan

assurance terhadap independensi anggota tim assurance dan

KAP.

(e) Melibatkan Praktisi dari luar KAP untuk memberikan

keyakinan mengenai aspek khusus dari perikatan assurance.

(f) Memperoleh pernyataan dari klien assurance mengenai

tanggung jawabnya atas hasil pekerjaan yang dilakukan oleh

KAP atau Jaringan KAP.

(g) Mengungkapkan sifat dan besaran imbalan jasa profesional

kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola

perusahaan, seperti komite audit.

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

88

(h) Membuat pengaturan sedemikian rupa sehingga personil KAP

atau Jaringan KAP yang memberikan jasa profesional selain

jasa assurance tidak terlibat dalam perikatan assurance.

290.164 Sebelum KAP atau Jaringan KAP memutuskan untuk menerima

suatu perikatan untuk memberikan jasa profesional selain jasa

assurance kepada klien assurance, pertimbangan harus dilakukan

mengenai ada tidaknya ancaman terhadap independensi yang

dapat terjadi dari pemberian jasa profesional tersebut. Perikatan

tersebut harus ditolak jika ancaman tersebut merupakan ancaman

selain ancaman yang secara jelas tidak signifikan, kecuali jika

terdapat pencegahan yang tepat untuk menghilangkan ancaman

tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima.

290.165 Pemberian jasa profesional tertentu selain jasa assurance kepada

klien audit laporan keuangan dapat menimbulkan ancaman

terhadap independensi yang demikian signifikan, sehingga tidak

ada satupun pencegahan yang dapat menghilangkan ancaman

tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima.

Namun demikian, pemberian jasa profesional tersebut kepada

entitas, divisi, maupun unsur, akun, atau pos laporan keuangan

yang terpisah (discrete financial statement item) yang terkait

dengan klien audit laporan keuangan hanya diperbolehkan jika

ancaman telah dikurangi ke tingkat yang dapat diterima dengan

membuat suatu pengaturan yang mewajibkan entitas, divisi, atau

unsur, akun, atau pos laporan keuangan yang terpisah tersebut

diaudit oleh KAP lain, atau meminta KAP atau Jaringan KAP lain

untuk melakukan kembali pekerjaan jasa profesional selain jasa

assurance tersebut untuk memungkinkannya mengambil tanggung

jawab atas pemberian jasa profesional tersebut.

Penyiapan Catatan Akuntansi dan Laporan Keuangan

290.166 Membantu klien audit laporan keuangan dalam hal-hal tertentu,

seperti menyiapkan catatan akuntansi atau laporan keuangan,

dapat menimbulkan ancaman telaah pribadi ketika di kemudian

hari laporan keuangan tersebut diaudit oleh KAP yang

menyiapkannya.

290.167 Manajemen klien audit laporan keuangan bertanggung jawab untuk

memastikan penyimpanan catatan akuntansi dan penyiapan

laporan keuangan, walaupun mereka dapat meminta bantuan KAP

atau Jaringan KAP dalam hal tersebut. Ketika KAP atau Jaringan

KAP maupun personilnya yang memberikan bantuan tersebut

membuat juga keputusan manajemen, tidak ada satupun

pencegahan yang dapat mengurangi ancaman tersebut ke tingkat

yang dapat diterima. Oleh karena itu, KAP atau Jaringan KAP

maupun personilnya tersebut tidak boleh melakukan kegiatankegiatan

yang terkait dengan pembuatan keputusan manajerial,

sebagai contoh:

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

89

(a) Menentukan atau mengubah ayat jurnal, klasifikasi akun atau

transaksi, atau catatan akuntansi lainnya tanpa persetujuan

dari klien audit laporan keuangan;

(b) Memberikan persetujuan atas transaksi; dan

(c) Menyiapkan atau mengubah dokumen atau data pendukung

transaksi (termasuk keputusan mengenai asumsi penilaian).

290.168 Proses audit laporan keuangan melibatkan komunikasi yang

ekstensif antara KAP dengan manajemen klien audit laporan

keuangan. Selama proses ini, manajemen meminta dan menerima

masukan mengenai hal-hal yang terkait dengan audit laporan

keuangan, seperti prinsip akuntansi dan pengungkapan laporan

keuangan, serta kesesuaian pengendalian dan metode yang

digunakan dalam menentukan jumlah tercatat aset dan kewajiban.

Pemberian bantuan seperti ini masih diperbolehkan untuk

mendorong penyajian wajar laporan keuangan, dan tidak

menimbulkan ancaman terhadap independensi. Demikian pula,

proses audit laporan keuangan dapat melibatkan juga pemberian

bantuan kepada klien audit laporan keuangan seperti dalam

melakukan rekonsiliasi akun, menganalisis dan mengakumulasi

informasi untuk pelaporan kepada regulator, menyiapkan laporan

keuangan konsolidasian (termasuk penyesuaian laporan keuangan

klien assurance dengan kebijakan akuntansi grupnya atau standar

pelaporan lainnya seperti International Financial Reporting

Standards), menyusun pengungkapan laporan keuangan yang

diharuskan, mengusulkan ayat jurnal penyesuaian, serta

memberikan bantuan dan saran dalam penyusunan laporan

keuangan anak perusahaan. Bantuan tersebut tidak mengancam

independensi selama diberikan dalam situasi normal dan tidak

melanggar ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Seksi ini.

Ketentuan Umum

290.169 Contoh-contoh yang terdapat pada paragraf 290.170 – 290.173 dari

Kode Etik ini memberikan ilustrasi mengenai ancaman telaah

pribadi yang dapat terjadi ketika KAP terlibat dalam penyiapan

catatan akuntansi atau laporan keuangan, yang selanjutnya akan

menjadi informasi hal pokok dari perikatan audit laporan keuangan

yang dilakukan oleh KAP.

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

90

Ancaman tersebut dapat terjadi juga ketika KAP atau Jaringan KAP

terlibat dalam penyiapan informasi hal pokok selain laporan

keuangan dalam perikatan assurance, sebagai contoh, ancaman

telaah pribadi dapat terjadi ketika KAP atau Jaringan KAP

menyusun dan menyiapkan informasi keuangan prospektif, serta

kemudian KAP memberikan keyakinan dan menerbitkan laporan

assurance atasnya. Oleh karena itu, setiap KAP harus

mengevaluasi signifikansi setiap ancaman telaah pribadi yang

terjadi dari pemberian jasa profesional tersebut, dan jika ancaman

tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas

tidak signifikan, maka pencegahan yang tepat harus

dipertimbangkan dan diterapkan untuk mengurangi ancaman

tersebut ke tingkat yang dapat diterima.

Klien Audit Laporan Keuangan selain Emiten

290.170 KAP atau Jaringan KAP dapat memberikan jasa akuntansi dan

pembukuan yang bersifat rutin atau mekanis, termasuk jasa

pemrosesan penggajian, kepada klien audit laporan keuangan

selain Emiten selama setiap ancaman telaah pribadi yang terjadi

dapat dikurangi ke tingkat yang dapat diterima. Contoh-contoh dari

jasa profesional tersebut adalah sebagai berikut:

(a) Mencatat transaksi yang klasifikasi akunnya telah ditentukan

dan disetujui oleh klien audit laporan keuangan;

(b) Membukukan transaksi ke dalam buku besar yang ayat

jurnalnya telah ditentukan dan disetujui oleh klien audit

laporan keuangan;

(c) Menyusun neraca saldo berdasarkan buku besar yang telah

disiapkan dan disetujui oleh klien audit laporan keuangan;

dan

(d) Menyusun laporan keuangan berdasarkan informasi dari

neraca saldo yang telah disiapkan dan disetujui oleh klien

audit laporan keuangan.

Signifikansi setiap ancaman yang terjadi harus dievaluasi dan, jika

ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang

secara jelas tidak signifikan, maka pencegahan yang tepat harus

dipertimbangkan dan diterapkan untuk mengurangi ancaman

tersebut ke tingkat yang dapat diterima. Pencegahan tersebut

mencakup antara lain:

(a) Melakukan suatu pengaturan sedemikian rupa sehingga

personil KAP atau Jaringan KAP yang memberikan jasa

profesional tersebut tidak terlibat dalam tim assurance;

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

91

(b) Menetapkan dan menerapkan kebijakan dan prosedur yang

melarang personil KAP atau Jaringan KAP yang memberikan

jasa profesional tersebut untuk mewakili klien audit laporan

keuangan dalam membuat keputusan manajerial;

(c) Mengharuskan klien audit laporan keuangan untuk

bertanggung jawab dalam meyiapkan dokumen pendukung

transaksi;

(d) Mengharuskan klien audit laporan keuangan untuk

bertanggung jawab dalam menyiapkan dan menyetujui

asumsi-asumsi dasar suatu transaksi;

(e) Memperoleh persetujuan dari klien audit laporan keuangan

untuk setiap usulan ayat jurnal atau perubahan lain yang

memengaruhi laporan keuangan.

Klien Audit Laporan Keuangan yang Merupakan Emiten

290.171 Pemberian jasa akuntansi dan pembukuan kepada klien audit

laporan keuangan yang merupakan Emiten, termasuk jasa

pemrosesan penggajian dan penyusunan laporan keuangan atau

informasi keuangan, yang dijadikan sebagai dasar dalam

penyusunan laporan keuangan yang selanjutnya akan diaudit,

dapat mengurangi, atau memberikan kesan berkurangnya,

independensi KAP atau Jaringan KAP. Karena tidak ada satupun

pencegahan yang dapat mengurangi ancaman tersebut ke tingkat

yang dapat diterima, maka KAP atau Jaringan KAP harus menolak

untuk memberikan jasa profesional tersebut, kecuali ketika dalam

keadaan darurat dan ketika jasa profesional tersebut merupakan

bagian dari suatu perikatan audit laporan keuangan yang

diharuskan (statutory financial statements audit). Dengan

demikian, KAP atau Jaringan KAP tidak boleh memberikan jasa

profesional tersebut kepada klien audit laporan keuangan yang

merupakan Emiten, kecuali untuk beberapa keadaan yang

dijelaskan di bawah ini.

290.172 Pemberian jasa akuntansi dan pembukuan yang bersifat rutin atau

mekanis kepada suatu divisi atau anak perusahaan dari klien audit

laporan keuangan yang merupakan Emiten tidak akan memberikan

kesan berkurangnya independensi KAP atau Jaringan KAP

terhadap klien audit laporan keuangan selama kondisi-kondisi di

bawah ini terpenuhi:

(a) Jasa profesional tersebut tidak melibatkan proses pemberian

pertimbangan;

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

92

(b) Divisi atau anak perusahaan tersebut secara kolektif tidak

material terhadap Emiten, atau jasa profesional yang

diberikan tersebut secara kolektif tidak material terhadap

divisi atau anak perusahaan tersebut;

(c) Imbalan jasa profesional bagi KAP atau Jaringan KAP yang

diperoleh dari pemberian jasa profesional tersebut secara

kolektif tidak signifikan.

Jika jasa profesional tersebut tetap diberikan, maka semua

pencegahan di bawah ini harus diterapkan:

(a) KAP atau Jaringan KAP tidak boleh terlibat dalam fungsi

manajerial atau pengambilan keputusan manajerial.

(b) Klien audit laporan keuangan harus bertanggung jawab atas

hasil pekerjaan KAP atau Jaringan KAP.

(c) Personil KAP atau Jaringan KAP yang memberikan jasa

profesional tersebut tidak boleh terlibat dalam perikatan audit

laporan keuangan.

Keadaan Darurat

290.173 Pemberian jasa akuntansi dan pembukuan kepada klien audit

laporan keuangan dalam keadaan darurat maupun keadaan tidak

biasa lainnya (yaitu ketika penunjukan KAP atau Jaringan KAP lain

untuk melaksanakan jasa profesional tersebut dirasakan tidak

praktis oleh klien audit laporan keuangan) dapat menimbulkan

ancaman terhadap independensi. Namun demikian, ancaman

tersebut masih dapat diterima selama:

(a) KAP atau Jaringan KAP tidak terlibat dalam fungsi manajerial

atau pengambilan keputusan manajerial;

(b) Klien audit laporan keuangan harus bertanggung jawab atas

hasil pekerjaan KAP atau Jaringan KAP; dan

(c) Personil KAP atau Jaringan KAP yang memberikan jasa

profesional tersebut tidak boleh terlibat dalam perikatan audit

laporan keuangan.

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

93

Pemberian Jasa Penilaian kepada Klien Audit Laporan

Keuangan

290.174 Suatu penilaian (valuation) terdiri dari pembuatan asumsi-asumsi

yang terkait dengan perkembangan di masa yang akan datang,

penerapan metodologi dan teknik tertentu, atau kombinasi

keduanya dalam menghitung suatu nilai atau rentang nilai dari

suatu aset, kewajiban, atau bisnis secara keseluruhan.

290.175 Ancaman telaah pribadi dapat terjadi ketika KAP atau Jaringan

KAP memberikan jasa penilaian kepada klien audit laporan

keuangan yang selanjutnya akan menjadi dasar penyusunan

laporan keuangan yang akan diaudit oleh KAP tersebut.

290.176 Ketika jasa penilaian melibatkan penilaian atas hal yang material

terhadap laporan keuangan dan tingkat subjektivitas yang

signifikan, tidak ada satupun pencegahan yang dapat mengurangi

ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima. Oleh karena itu,

KAP atau Jaringan KAP harus menolak untuk memberikan jasa

penilaian tersebut, atau sebagai tindakan alternatifnya,

mengundurkan diri dari perikatan audit laporan keuangan.

290.177 Melaksanakan jasa penilaian bagi klien audit laporan keuangan

yang secara terpisah maupun kolektif tidak material terhadap

laporan keuangan, atau yang tidak melibatkan tingkat subjektivitas

yang signifikan, dapat menimbulkan ancaman telaah pribadi

terhadap independensi. Ancaman tersebut dapat dikurangi ke

tingkat yang dapat diterima dengan menerapkan pencegahan yang

tepat. Pencegahan tersebut mencakup antara lain:

(a) Melibatkan Praktisi lainnya yang tidak terlibat dalam tim

assurance untuk menelaah hasil pekerjaan yang telah

dilakukan atau untuk memberikan saran yang diperlukan;

(b) Mengonfirmasikan pemahaman dengan klien audit laporan

keuangan mengenai asumsi dan metodologi yang digunakan

dalam penilaian, serta memperoleh persetujuan atas

penggunaannya;

(c) Memperoleh pernyataan dari klien audit laporan keuangan

mengenai tanggung jawabnya atas hasil penilaian yang

dilakukan oleh KAP atau Jaringan KAP; dan

(d) Melakukan suatu pengaturan sedemikian rupa sehingga

personil KAP atau Jaringan KAP yang memberikan jasa

penilaian tidak terlibat dalam perikatan audit laporan

keuangan.

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

94

Hal-hal di bawah ini harus dipertimbangkan dalam mengevaluasi

efektivitas pencegahan:

(a) Luas pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan klien audit

laporan keuangan dalam mengevaluasi hal-hal yang terkait,

serta besarnya keterlibatan mereka dalam menentukan dan

menyetujui pertimbangan atas hal-hal yang signifikan

sehubungan dengan pemberian jasa penilaian.

(b) Tingkat penerapan dari metodologi dan pedoman profesi

yang telah ditentukan dalam melaksanakan jasa penilaian.

(c) Untuk penilaian yang menggunakan standar atau metodologi

yang telah ditentukan, tingkat subjektivitas bawaan pada halhal

yang menjadi perhatian.

(d) Keandalan dan luas data yang mendasari penilaian tersebut.

(e) Tingkat ketergantungan atas kejadian di masa yang akan

datang dari hal-hal yang dapat menciptakan volatilitas yang

signifikan yang melekat pada jumlah-jumlah yang terkait

dalam penilaian tersebut.

(f) Luas dan kejelasan pengungkapan dalam laporan keuangan.

290.178 Pemberian jasa penilaian oleh KAP atau Jaringan KAP kepada

klien audit laporan keuangan dengan tujuan untuk pelaporan surat

pemberitahuan pajak kepada otoritas perpajakan, penghitungan

jumlah kewajiban pajak terhutang, atau perencanaan pajak, tidak

menimbulkan ancaman yang signifikan terhadap independensi,

karena pada umumnya penilaian tersebut merupakan subjek

penelaahan yang dilakukan oleh pihak eksternal, seperti otoritas

perpajakan.

290.179 Ketika KAP atau Jaringan KAP melaksanakan jasa penilaian atas

bagian dari informasi hal pokok dari perikatan assurance selain

perikatan audit laporan keuangan, KAP harus mempertimbangkan

setiap ancaman telaah pribadi yang dapat terjadi. Jika ancaman

tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas

tidak signifikan, maka pencegahan yang tepat harus

dipertimbangkan dan diterapkan untuk menghilangkan ancaman

tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima.

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

95

Pemberian Jasa Perpajakan kepada Klien Audit Laporan

Keuangan

290.180 KAP atau Jaringan KAP dapat diminta untuk memberikan jasa

perpajakan kepada klien audit laporan keuangan. Jasa perpajakan

mencakup berbagai jasa, termasuk jasa penelaahan atas ketaatan

perpajakan, perencanaan perpajakan, pemberian pendapat atas

posisi perpajakan secara formal, dan bantuan dalam penyelesaian

sengketa perpajakan. Pada umumnya penugasan tersebut tidak

menimbulkan ancaman terhadap independensi.

Pemberian Jasa Audit Internal kepada Klien Audit Laporan

Keuangan

290.181 Ancaman telaah pribadi dapat terjadi ketika KAP atau Jaringan

KAP memberikan jasa audit internal kepada klien audit laporan

keuangan. Jasa audit internal dapat mencakup perluasan dari jasa

audit laporan keuangan yang dilakukan berdasarkan standar

profesi yang berlaku, bantuan dalam pelaksanaan kegiatan audit

internal, atau outsourcing personil audit internal. Dalam

mengevaluasi setiap ancaman terhadap independensi,

pengevaluasian atas sifat jasa audit internal harus

dipertimbangkan. Untuk tujuan ini, jasa audit internal tidak

mencakup jasa audit operasional yang tidak terkait dengan

pengendalian akuntansi internal, sistem keuangan, atau laporan

keuangan.

290.182 Pemberian jasa profesional yang melibatkan perluasan prosedur

yang diharuskan dalam melaksanakan audit laporan keuangan

yang sesuai dengan standar profesi yang berlaku tidak mengurangi

independensi terhadap klien audit laporan keuangan selama

personil KAP atau Jaringan KAP tidak bertindak, atau tidak

memberikan kesan bertindak, dalam kapasitas yang menyerupai

anggota manajemen klien audit laporan keuangan.

290.183 Ancaman telaah pribadai dapat terjadi ketika KAP atau Jaringan

KAP memberikan bantuan kepada klien audit laporan keuangan

dalam melaksanakan kegiatan audit internal atau outsourcing atas

beberapa kegiatan audit internal tersebut. Ancaman tersebut

dapat dikurangi ke tingkat yang dapat diterima dengan memastikan

terciptanya pemisahan yang jelas antara pengelolaan dan

pengendalian audit internal oleh manajemen klien audit laporan

keuangan dengan pelaksanaan audit internal oleh KAP atau

Jaringan KAP.

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

96

290.184 Ancaman telaah pribadi dapat terjadi ketika KAP atau Jaringan

KAP melaksanakan bagian yang signifikan dari kegiatan audit

internal klien audit laporan keuangan. Oleh karena itu, KAP atau

Jaringan KAP harus mempertimbangkan ancaman tersebut

sebelum menerima dan melaksanakan pekerjaan tersebut. KAP

atau Jaringan KAP harus menerapkan pencegahan yang tepat dan

memastikan klien audit laporan keuangan mengakui tanggung

jawabnya dalam menetapkan, memelihara, dan memantau sistem

pengendalian internal.

290.185 Pencegahan-pencegahan di bawah ini harus diterapkan pada

setiap situasi untuk mengurangi ancaman ke tingkat yang dapat

diterima, yaitu dengan memastikan terjadinya hal-hal di bawah ini:

(a) Klien audit laporan keuangan bertanggung jawab atas

kegiatan audit internal serta dalam menetapkan, memelihara,

dan memantau sistem pengendalian internal;

(b) Klien audit laporan keuangan menugaskan karyawan yang

kompeten (dengan mengutamakan karyawan pada tingkat

manajemen senior) untuk bertanggung jawab atas kegiatan

audit internal;

(c) Klien audit laporan keuangan, komite audit, atau dewan

komisaris memberikan persetujuan atas lingkup, risiko, dan

frekuensi pekerjaan audit internal;

(d) Klien audit laporan keuangan bertanggung jawab untuk

mengevaluasi dan menentukan rekomendasi yang harus

diterapkan dari sejumlah usulan rekomendasi.

(e) Klien audit laporan keuangan mengevaluasi kecukupan

prosedur audit internal yang dilakukan dan temuan yang

diperoleh dari pelaksanaan prosedur tersebut dengan cara

antara lain mendapatkan dan menindaklanjuti laporan yang

diberikan oleh KAP atau Jaringan KAP; dan

(f) Melaporkan temuan dan rekomendasi yang diperoleh dari

pelaksanaan audit internal kepada komite audit atau dewan

komisaris.

290.186 Pertimbangan juga harus dilakukan mengenai perlu tidaknya

pemberian jasa profesional selain jasa assurance hanya dilakukan

oleh personil KAP atau Jaringan KAP yang tidak terlibat dalam

perikatan audit laporan keuangan serta berada pada lini pelaporan

yang berbeda.

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

97

Pemberian Jasa Sistem Teknologi Informasi kepada Klien

Audit Laporan Keuangan

290.187 Ancaman telaah pribadi dapat terjadi ketika KAP atau Jaringan

KAP memberikan jasa profesional kepada klien audit laporan

keuangan yang melibatkan perancangan dan penerapan sistem

teknologi informasi keuangan yang digunakan untuk menghasilkan

informasi yang selanjutnya menjadi bagian dari laporan keuangan.

290.188 Kemungkinan terjadinya ancaman telaah pribadi demikian

signifikan ketika KAP atau Jaringan KAP memberikan jasa

profesional tersebut di atas kepada klien audit laporan keuangan,

kecuali jika KAP atau Jaringan KAP telah menerapkan pencegahan

yang tepat yang memastikan klien audit laporan keuangan untuk:

(a) Mengakui tanggung jawabnya dalam menetapkan dan

memantau sistem pengendalian internal;

(b) Menugaskan karyawan yang kompeten (dengan

mengutamakan karyawan pada tingkat manajemen senior)

untuk bertanggung jawab atas setiap keputusan manajemen

yang terkait dengan perancangan dan penerapan sistem

perangkat keras dan perangkat lunak;

(c) Membuat semua keputusan manajemen yang terkait dengan

proses perancangan dan penerapan sistem teknologi

informasi;

(d) Mengevaluasi kecukupan dan hasil dari perancangan dan

penerapan sistem tersebut; dan

(e) Bertanggung jawab atas pengoperasian sistem perangkat

keras dan perangkat lunak serta data yang digunakan dalam

atau dihasilkan oleh sistem tersebut.

290.189 Pertimbangan juga harus dilakukan mengenai perlu tidaknya

pemberian jasa profesional selain jasa assurance hanya dilakukan

oleh personil KAP atau Jaringan KAP yang tidak terlibat dalam

perikatan audit laporan keuangan serta berada pada lini pelaporan

yang berbeda.

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

98

290.190 Ancaman telaah pribadi dapat terjadi ketika KAP atau Jaringan

KAP memberikan jasa profesional kepada klien audit laporan

keuangan yang melibatkan perancangan dan penerapan sistem

teknologi informasi keuangan yang digunakan untuk menghasilkan

informasi yang selanjutnya menjadi bagian dari laporan keuangan.

Signifikansi setiap ancaman harus dievaluasi dan, jika ancaman

tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas

tidak signifikan, maka pencegahan yang tepat harus

dipertimbangkan dan diterapkan untuk menghilangkan ancaman

tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima.

290.191 Pemberian jasa profesional oleh KAP atau Jaringan KAP yang

melibatkan penilaian, perancangan, dan penerapan pengendalian

akuntansi internal dan pengendalian manajemen risiko tidak

menimbulkan ancaman terhadap independensi selama personil

KAP atau Jaringan KAP yang terlibat dalam pemberian jasa

profesional tersebut tidak melaksanakan fungsi manajemen.

Penugasan Personil KAP atau Jaringan KAP yang Bersifat

Sementara pada Klien Audit Laporan Keuangan

290.192 Penugasan personil KAP atau Jaringan KAP pada klien audit

laporan keuangan dapat menimbulkan ancaman telaah pribadi jika

personil tersebut berada pada suatu kedudukan yang dapat

memengaruhi penyiapan akun-akun atau laporan keuangan klien

audit laporan keuangan. Pada praktiknya, bantuan tersebut dapat

diberikan selama personil tersebut tidak terlibat dalam:

(a) Membuat keputusan manajemen;

(b) Menyetujui atau menandatangani perjanjian atau dokumen

serupa lainnya; atau

(c) Melaksanakan suatu tindakan berdasarkan pertimbangan

sendiri yang mengikat klien audit laporan keuangan.

Setiap situasi harus dianalisis secara saksama untuk

mengidentifikasi ada tidaknya ancaman yang dapat terjadi dan

pencegahan yang harus diterapkan pada setiap situasi untuk

mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima.

Pencegahan tersebut mencakup antara lain:

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

99

(a) Tidak memperbolehkan personil KAP atau Jaringan KAP

yang terlibat dalam penugasan yang bersifat sementara

tersebut terlibat dalam perikatan audit laporan keuangan; dan

(b) Memastikan klien audit laporan keuangan bertanggung jawab

dalam mengarahkan dan menyelia kegiatan yang dilakukan

oleh personil KAP atau Jaringan KAP tersebut.

Pemberian Jasa Penunjang Litigasi kepada Klien Audit

Laporan Keuangan

290.193 Jasa penunjang litigasi mencakup antara lain menjadi saksi ahli,

menghitung estimasi kerugian atau jumlah piutang atau hutang

yang timbul dari litigasi atau sengketa hukum lainnya, dan

membantu pengelolaan dan pemerolehan kembali dokumen yang

terkait dengan perselisihan atau litigasi.

290.194 Pemberian jasa penunjang litigasi yang diberikan kepada klien

audit laporan keuangan dapat menimbulkan ancaman telaah

pribadi ketika jasa profesional tersebut mencakup estimasi hasil

keputusan yang akan terjadi yang dapat memengaruhi jumlahjumlah

atau pengungkapan dalam laporan keuangan. Signifikansi

setiap ancaman akan tergantung dari faktor-faktor sebagai berikut:

(a) Materialitas jumlah yang terkait dalam litigasi;

(b) Tingkat subjektivitas bawaan dari hal-hal yang menjadi

perhatian dalam litigasi; dan

(c) Sifat perikatan jasa penunjang litigasi.

KAP atau Jaringan KAP harus mengevaluasi signifikansi setiap

ancaman yang terjadi dan, jika ancaman tersebut merupakan

ancaman selain ancaman yang secara jelas tidak signifikan, maka

pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan

untuk menghilangkan ancaman tersebut atau menguranginya ke

tingkat yang dapat diterima. Pencegahan tersebut mencakup

antara lain:

(a) Menetapkan kebijakan dan prosedur yang melarang personil

yang terlibat dalam pemberian jasa profesional tersebut untuk

mewakili klien audit laporan keuangan dalam membuat

keputusan manajerial;

(b) Melibatkan Praktisi lainnya yang tidak terlibat dalam perikatan

audit laporan keuangan untuk melaksanakan jasa profesional

tersebut; atau

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

100

(c) Melibatkan pihak-pihak lain yang relevan, seperti tenaga ahli

independen.

290.195 Ketika tugas yang dilaksanakan oleh KAP atau Jaringan KAP

melibatkan kegiatan yang mewakili klien audit laporan keuangan

dalam membuat keputusan manajerial, tidak ada satupun

pencegahan yang dapat mengurangi ancaman yang dapat terjadi

ke tingkat yang dapat diterima. Oleh karena itu, KAP atau Jaringan

KAP harus menolak untuk memberikan jasa profesional tersebut

kepada klien audit laporan keuangan.

Pemberian Jasa Hukum kepada Klien Audit Laporan

Keuangan

290.196 Jasa hukum didefinisikan sebagai setiap jasa profesional yang

disediakan oleh tenaga profesional yang diperkenankan untuk

berpraktik di pengadilan atau yang memiliki pelatihan hukum yang

dipersyaratkan dalam berpraktik. Jasa hukum mencakup berbagai

bidang, termasuk pemberian jasa kepada klien korporasi dan klien

komersial, sebagai contoh, bantuan dalam aspek-aspek yang

berhubungan dengan perjanjian (contract support), litigasi,

penggabungan usaha dan akuisisi, serta bantuan sebagai

penasihat hukum internal perusahaan. Pemberian jasa hukum

oleh KAP atau Jaringan KAP kepada klien audit laporan keuangan

dapat menimbulkan ancaman telaah pribadi dan ancaman

advokasi.

290.197 Ancaman terhadap independensi harus dipertimbangkan dengan

melihat sifat jasa profesional yang diberikan, terpisah tidaknya

penyedia jasa dari tim assurance, dan materialitas dari hal-hal yang

menjadi perhatian, dalam kaitannya dengan laporan keuangan

entitas. Pencegahan-pencegahan yang dijelaskan pada paragraf

290.163 dari Kode Etik ini dapat mengurangi ancaman terhadap

independensi ke tingkat yang dapat diterima. Jika ancaman

terhadap independensi tidak dapat dikurangi ke tingkat yang dapat

diterima, maka satu-satunya tindakan yang tepat adalah dengan

menolak untuk memberikan jasa profesional tersebut atau

mengundurkan diri dari perikatan audit laporan keuangan.

290.198 Pemberian jasa hukum kepada klien audit laporan keuangan yang

melibatkan hal-hal yang diperkirakan tidak mempunyai pengaruh

yang material atas laporan keuangan tidak menimbulkan ancaman

terhadap independensi yang tidak dapat diterima.

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

101

290.199 Jasa hukum yang membantu klien audit laporan keuangan dalam

melakukan suatu transaksi (sebagai contoh, bantuan dalam aspekaspek

yang berhubungan dengan perjanjian, nasihat hukum, uji

tuntas (due diligence) dalam bidang hukum, dan restrukturisasi)

dapat menimbulkan ancaman telaah pribadi. Namun demikian,

ancaman tersebut dapat dikurangi ke tingkat yang dapat diterima

dengan menerapkan pencegahan yang tepat. Pemberian jasa

profesional tersebut tidak mengurangi independensi selama:

(a) Anggota tim assurance tidak boleh terlibat dalam pemberian

jasa profesional tersebut; dan

(b) Klien audit laporan keuangan harus merupakan pihak yang

membuat keputusan akhir dari suatu masalah hukum, dan

jasa profesional yang diberikan hanya merupakan

pelaksanaan dari keputusan yang telah dibuat tersebut.

290.200 Ketika KAP atau Jaringan KAP mewakili klien audit laporan

keuangan dalam mencari penyelesaian suatu perselisihan atau

litigasi yang melibatkan jumlah-jumlah yang material terhadap

laporan keuangan, ancaman advokasi dan ancaman telaah pribadi

yang terjadi demikian signifikan, sehingga tidak ada satupun

pencegahan yang dapat mengurangi ancaman tersebut ke tingkat

yang dapat diterima. Oleh karena itu, KAP atau Jaringan KAP

harus menolak untuk memberikan jasa profesional tersebut kepada

klien audit laporan keuangan.

290.201 Ketika KAP atau Jaringan KAP diminta untuk memberikan jasa

advokasi bagi klien audit laporan keuangan dalam menyelesaikan

suatu perselisihan atau litigasi yang melibatkan jumlah yang tidak

material terhadap laporan keuangan, KAP atau Jaringan KAP harus

mengevaluasi signifikansi setiap ancaman advokasi dan ancaman

telaah pribadi yang terjadi dan, jika ancaman tersebut merupakan

ancaman selain ancaman yang secara jelas tidak signifikan, maka

pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan

untuk menghilangkan ancaman tersebut atau menguranginya ke

tingkat yang dapat diterima. Pencegahan tersebut mencakup

antara lain:

(a) Menentukan kebijakan dan prosedur yang melarang personil

KAP atau Jaringan KAP yang memberikan jasa profesional

tersebut untuk mewakili klien audit laporan keuangan dalam

membuat keputusan manajerial; atau

(b) Menggunakan tenaga profesional lainnya yang tidak terlibat

dalam perikatan assurance untuk melaksanakan jasa

profesional tersebut.

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

102

290.202 Bila terdapat penunjukan rekan maupun karyawan KAP atau

Jaringan KAP sebagai penasihat hukum internal oleh klien audit

laporan keuangan, ancaman telaah pribadi dan ancaman advokasi

yang dapat terjadi demikian signifikan, sehingga tidak ada satupun

pencegahan yang dapat mengurangi ancaman tersebut ke tingkat

yang dapat diterima. Pada umumnya kedudukan penasihat hukum

internal dalam suatu entitas berada pada tingkat manajemen senior

dengan tanggung jawab atas masalah hukum yang luas, dan oleh

karena itu, tidak ada satupun personil KAP atau Jaringan KAP yang

diperbolehkan untuk menerima penunjukan tersebut.

Pemberian Jasa Perekrutan Manajemen Senior kepada Klien

Assurance

290.203 Perekrutan manajemen senior bagi klien assurance, seperti mereka

yang dalam kedudukannya dapat memengaruhi informasi hal pokok

dari perikatan assurance, dapat menimbulkan ancaman

kepentingan pribadi, ancaman kedekatan, dan ancaman intimidasi

pada saat ini maupun di masa yang akan datang. Signifikansi

setiap ancaman tersebut akan tergantung dari faktor-faktor sebagai

berikut:

(a) Peran individu yang akan direkrut, dan

(b) Sifat jasa perekrutan yang diinginkan oleh klien assurance.

Pada umumnya KAP atau Jaringan KAP dapat memberikan jasa

profesional tersebut melalui penelaahan atas kualifikasi profesional

para pelamar dan pemberian saran mengenai kesesuaian para

pelamar dengan posisi yang tersedia. Selain itu, pada umumnya

KAP atau Jaringan KAP dapat menyusun daftar pelamar yang

terpilih untuk diwawancarai berdasarkan kriteria tertentu yang telah

ditentukan oleh klien assurance sebelumnya.

Signifikansi setiap ancaman yang terjadi harus dievaluasi dan, jika

ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang

secara jelas tidak signifikan, maka pencegahan yang tepat harus

dipertimbangkan dan diterapkan untuk mengurangi ancaman

tersebut ke tingkat yang dapat diterima. Pada situasi apapun, KAP

atau Jaringan KAP tidak diperbolehkan untuk membuat keputusan

manajemen dalam menentukan pelamar yang terpilih, tetapi harus

menyerahkannya kepada klien assurance.

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

103

Pemberian Jasa Keuangan Korporat kepada Klien Assurance

290.204 Pemberian jasa keuangan korporat (corporate finance) kepada

klien assurance (termasuk klien audit laporan keuangan) dapat

menimbulkan ancaman advokasi dan ancaman telaah pribadi.

Dalam beberapa pemberian jasa keuangan korporat tertentu,

ancaman terhadap independensi yang terjadi demikian signifikan,

sehingga tidak ada satupun pencegahan yang dapat mengurangi

ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima. Sebagai contoh,

mempromosikan, menawarkan, atau menjadi penjamin emisi efek

dalam suatu penawaran umum saham bagi klien assurance, serta

mewakili klien assurance dalam menyetujui suatu persyaratan

transaksi atau melakukan suatu transaksi merupakan hal yang

tidak sejalan dengan pemberian jasa assurance.

290.205 Pemberian jasa keuangan korporat lainnya kepada klien assurance

(termasuk klien audit laporan keuangan), sebagai contoh,

membantu klien assurance dalam: (i) mengembangkan strategi

korporat, (ii) mengidentifikasi atau memperkenalkan klien

assurance kepada penyedia dana yang sesuai dengan

kebutuhannya, dan (iii) memberikan saran mengenai struktur

pendanaan dan menganalisis dampak akuntansi yang dapat terjadi

dari usulan transaksi pendanaan tersebut, dapat juga menimbulkan

ancaman advokasi dan ancaman telaah pribadi. Namun demikian,

ancaman tersebut dapat dikurangi ke tingkat yang dapat diterima

dengan menerapkan pencegahan yang tepat yang mencakup

antara lain:

(a) Menetapkan kebijakan dan prosedur yang melarang personil

KAP atau Jaringan KAP yang memberikan jasa profesional

tersebut untuk mewakili klien assurance dalam membuat

keputusan manajerial;

(b) Menggunakan tenaga profesional lainnya yang tidak terlibat

dalam perikatan assurance untuk melaksanakan jasa

profesional tersebut; dan

(c) Menetapkan kebijakan dan prosedur yang melarang KAP

atau Jaringan KAP untuk mewakili klien assurance dalam

menyetujui suatu persyaratan transaksi atau melakukan suatu

transaksi.

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

104

Imbalan Jasa Profesional

Imbalan Jasa Profesional – suatu Besaran yang Relatif

290.206 Ancaman kepentingan pribadi dapat terjadi ketika proporsi jumlah

imbalan jasa profesional yang diperoleh dari suatu klien assurance

demikian signifikan dibandingkan dengan jumlah keseluruhan

imbalan jasa yang diperoleh oleh KAP atau Jaringan KAP, yang

menyebabkan ketergantungan KAP atau Jaringan KAP pada suatu

klien atau suatu grup klien assurance atau kekhawatiran atas

hilangnya klien atau grup klien assurance tersebut. Signifikansi

setiap ancaman tersebut akan tergantung dari faktor-faktor sebagai

berikut:

(a) Struktur organisasi KAP atau Jaringan KAP; dan

(b) Tingkat kemapanan KAP atau Jaringan KAP.

Signifikansi setiap ancaman yang terjadi harus dievaluasi dan, jika

ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang

secara jelas tidak signifikan, maka pencegahan yang tepat harus

dipertimbangkan dan diterapkan untuk mengurangi ancaman

tersebut ke tingkat yang dapat diterima. Pencegahan tersebut

mencakup antara lain:

(a) Mendiskusikan besaran dan sifat imbalan jasa profesional

dengan pihak klien assurance yang bertangggung jawab atas

tata kelola perusahaan, seperti komite audit;

(b) Mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk

mengurangi ketergantungan KAP atau Jaringan KAP pada

suatu klien assurance;

(c) Melakukan penelaahan eksternal atas pengendalian mutu;

dan

(d) Melakukan konsultasi dengan pihak ketiga, seperti badan

pengatur profesi atau Praktisi lainnya.

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

105

290.207 Ancaman kepentingan pribadi dapat terjadi juga ketika proporsi

jumlah imbalan jasa profesional yang diperoleh oleh seorang rekan

KAP atau Jaringan KAP dari suatu klien assurance demikian

signifikan dibandingkan dengan jumlah keseluruhan imbalan jasa

profesional yang diperoleh oleh rekan KAP atau Jaringan KAP

tersebut. Signifikansi setiap ancaman yang terjadi harus dievaluasi

dan, jika ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman

yang secara jelas tidak signifikan, maka pencegahan yang tepat

harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk mengurangi ancaman

tersebut ke tingkat yang dapat diterima. Pencegahan tersebut

mencakup antara lain:

(a) Menetapkan kebijakan dan prosedur yang memantau dan

menerapkan pengendalian mutu dari perikatan assurance;

dan

(b) Mengikutsertakan tenaga profesional lainnya yang tidak

terlibat dalam perikatan assurance untuk menelaah hasil

pekerjaan yang telah dilakukan atau memberikan saran yang

diperlukan.

Imbalan Jasa Profesional yang telah Lewat Waktu

290.208 Ancaman kepentingan pribadi dapat terjadi ketika imbalan jasa

profesional dari klien assurance belum terlunasi untuk jangka waktu

yang cukup lama, terutama ketika bagian yang signifikan dari

imbalan jasa profesional tersebut belum terlunasi sebelum terbitnya

laporan assurance berikutnya. Pada umumnya pelunasan imbalan

jasa profesional tersebut harus terjadi sebelum laporan assurance

berikutnya diterbitkan. Pencegahan di bawah ini dapat diterapkan

untuk mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat

diterima:

(a) Mendiskusikan imbalan jasa profesional yang belum terlunasi

dengan pihak klien assurance yang bertanggung jawab atas

tata kelola perusahaan, seperti komite audit.

(b) Melibatkan Praktisi lainnya yang tidak terlibat dalam perikatan

assurance untuk menelaah hasil pekerjaan yang telah

dilakukan atau untuk memberikan saran yang diperlukan.

KAP juga harus mempertimbangkan mengenai kemungkinan

imbalan jasa profesional yang telah lewat waktu tersebut

memberikan kesan sebagai suatu pinjaman yang diberikan kepada

klien assurance dan tepat tidaknya penunjukan kembali KAP

sebelum terlunasinya imbalan jasa profesional yang signifikan yang

telah lewat waktu tersebut.

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

106

Besaran Imbalan Jasa Profesional

290.209 Ancaman kepentingan pribadi dapat terjadi ketika KAP menerima

perikatan assurance dengan jumlah imbalan jasa profesional yang

secara signifikan lebih rendah dari jumlah yang dikenakan oleh

KAP sebelumnya atau yang ditawarkan oleh KAP lain. Ancaman

tersebut tidak dapat dikurangi ke tingkat yang dapat diterima,

kecuali jika:

(a) KAP dapat memastikan terpenuhinya alokasi waktu yang

memadai dan tenaga profesional yang kompeten dalam

perikatan tersebut; dan

(b) KAP dapat memastikan ditaatinya semua standar, pedoman,

dan prosedur pengendalian mutu assurance.

Imbalan Jasa Profesional yang Bersifat Kontinjen

290.210 Imbalan jasa profesional yang bersifat kontinjen merupakan

imbalan jasa profesional yang besarannya ditentukan berdasarkan

hasil dari suatu transaksi atau pekerjaan yang dilakukan. Untuk

tujuan Seksi ini, suatu imbalan jasa profesional tidak bersifat

kontinjen jika imbalan jasa profesional tersebut telah ditetapkan

oleh pengadilan atau otoritas publik lainnya.

290.211 Imbalan jasa profesional yang bersifat kontinjen dalam perikatan

assurance dapat menimbulkan ancaman kepentingan pribadi dan

ancaman advokasi yang demikian signifikan, sehingga tidak ada

satupun pencegahan yang dapat mengurangi ancaman tersebut ke

tingkat yang dapat diterima. Oleh karena itu, KAP tidak

diperbolehkan untuk menetapkan imbalan jasa profesional

perikatan assurance yang besarannya bersifat kontinjen atas hasil

pekerjaan yang dilakukan atau atas informasi hal pokok dari

perikatan assurance.

290.212 Imbalan jasa profesional yang bersifat kontinjen dalam perikatan

selain perikatan assurance yang diberikan kepada klien assurance

dapat menimbulkan juga ancaman kepentingan pribadi dan

ancaman advokasi. Tidak ada satupun pencegahan yang dapat

mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima

ketika besaran imbalan jasa profesional perikatan tersebut telah

disepakati atau dipertimbangkan selama pelaksanaan perikatan

assurance. Oleh karena itu, satu-satunya tindakan yang tepat

adalah dengan menolak penetapan imbalan jasa profesional yang

bersifat kontinjen. Dalam penetapan imbalan jasa profesional yang

bersifat kontinjen selain penetapan yang diuraikan di atas,

signifikansi setiap ancaman akan tergantung dari faktor-faktor

sebagai berikut:

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

107

(a) Kisaran jumlah imbalan jasa profesional yang dimungkinkan;

(b) Variabilitas imbalan jasa profesional;

(c) Dasar penentuan imbalan jasa profesional;

(d) Ada tidaknya penelaahan hasil dari suatu transaksi oleh pihak

ketiga yang independen; dan

(e) Dampak dari suatu kejadian atau transaksi terhadap perikatan

assurance.

Signifikansi setiap ancaman yang terjadi harus dievaluasi dan, jika

ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang

secara jelas tidak signifikan, maka pencegahan yang tepat harus

dipertimbangkan dan diterapkan untuk mengurangi ancaman

tersebut ke tingkat yang dapat diterima. Pencegahan tersebut

mencakup antara lain:

(a) Mengungkapkan besaran dan sifat imbalan jasa profesional

kepada pihak klien assurance yang bertanggungjawab atas

tata kelola perusahaan, seperti komite audit;

(b) Melibatkan pihak ketiga yang independen untuk menelaah

atau menentukan besaran imbalan jasa profesional final; atau

(c) Menetapkan kebijakan dan prosedur pengendalian mutu.

Penerimaan Hadiah atau Bentuk Keramah-Tamahan

Lainnya

290.213 Ancaman kepentingan pribadi dan ancaman kedekatan dapat

terjadi ketika anggota tim assurance, KAP, atau Jaringan KAP

menerima hadiah atau bentuk keramah-tamahan lainnya dari klien

assurance. Ancaman tersebut demikian signifikan, sehingga tidak

ada satupun pencegahan yang dapat mengurangi ancaman

tersebut ke tingkat yang dapat diterima, kecuali jika nilai hadiah

atau bentuk keramah-tamahan lainnya tersebut secara jelas tidak

signifikan. Oleh karena itu, satu-satunya tindakan yang tepat

adalah dengan menolak untuk menerima hadiah atau bentuk

keramah-tamahan lainnya tersebut.

EXPOSURE DRAFT KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Hak Cipta © 2008, Institut Akuntan Publik Indonesia

108

Litigasi atau Ancaman Litigasi

290.214 Ancaman kepentingan pribadi atau ancaman intimidasi dapat

terjadi ketika terjadi, atau kemungkinan terjadi, litigasi antara

anggota tim assurance, KAP, atau Jaringan KAP dengan klien

assurance. Hubungan antara manajemen klien assurance dengan

anggota tim assurance harus bersifat terbuka dalam semua aspek

kegiatan usaha klien assurance. Ancaman kepentingan pribadi

dapat terjadi ketika KAP atau Jaringan KAP dan manajemen klien

assurance berada pada posisi yang saling berlawanan dalam suatu

litigasi yang dapat memengaruhi kesediaan manajemen klien

assurance untuk bersikap terbuka dalam semua aspek kegiatan

usaha klien assurance. Signifikansi setiap ancaman tersebut akan

tergantung dari faktor-faktor sebagai berikut:

(a) Materialitas litigasi;

(b) Sifat perikatan assurance; dan

(c) Terkait tidaknya litigasi dengan perikatan assurance

sebelumnya.

KAP harus mengevaluasi signifikansi setiap ancaman dan

menerapkan pencegahan yang tepat untuk mengurangi ancaman

tersebut ke tingkat yang dapat diterima. Pencegahan tersebut

mencakup antara lain:

(a) Mengungkapkan lingkup dan sifat litigasi kepada pihak klien

assurance yang bertanggungjawab atas tata kelola

perusahaan, seperti komite audit;

(b) Mengeluarkan personil KAP atau Jaringan KAP yang terlibat

dalam litigasi dari tim assurance; atau

(c) Melibatkan Praktisi lainnya yang tidak terlibat dalam perikatan

assurance untuk menelaah hasil pekerjaan yang telah

dilakukan atau memberikan saran yang diperlukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s